Demo di Malioboro Yogyakarta Berujung Ricuh, Polisi Ungkap Kronologinya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Okt 2026, 10:55
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Personel kepolisian mengamankan aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (28/10/2026). Personel kepolisian mengamankan aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (28/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa di kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026 malam berakhir dengan kericuhan yang diwarnai aksi pelemparan batu, petasan, serta kembang api.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, memperkirakan terdapat dua gelombang massa yang turun ke jalan pada hari tersebut. Gelombang pertama menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta sejak sore hari dan membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB.

“Tadi sekitar pukul 17.30 WIB (massa aksi) telah membubarkan diri Titik Nol Kilometer Yogyakarta,” ujar Ihsan saat ditemui di halaman Gedung DPRD DIY, Rabu, 28 Oktober 2026 malam.

Kendati demikian, situasi berubah ketika gelombang massa kedua yang tidak dikenal mendatangi Gedung DPRD DIY dan memicu provokasi dengan melemparkan petasan ke arah petugas parkir di Jalan Perwakilan.
 

“Setelah massa membubarkan diri, kami sangat menyayangkan ya, ada sekelompok massa yang tidak dikenal yang tiba-tiba mendatangi Gedung DPRD DIY dan melakukan provokasi dengan melempar petasan dan kembang api,” katanya.

Tindakan tersebut memicu gesekan antara massa dan petugas parkir. Aparat kepolisian yang bertugas mengamankan Gedung DPRD DIY lantas keluar untuk melerai dan mencegah keributan meluas. Namun, kelompok massa justru memberikan perlawanan hingga memaksa aparat mundur ke dalam gedung, sementara lemparan batu, petasan, dan kembang api terus berdatangan.

Menghadapi situasi yang semakin anarkis, pihak kepolisian mengerahkan personel Dalmas untuk mendesak massa keluar dari kawasan Malioboro.

“Atas tindakan anarkis dari massa tadi, kami melakukan upaya pendorongan dengan melibatkan personel dari Dalmas untuk mendorong massa agar dapat keluar dari Malioboro,” ucap Ihsan.


Aparat akhirnya berhasil mengendalikan situasi di sekitar Malioboro pada pukul 22.00 WIB setelah memukul mundur massa ke arah utara melewati jalur kereta api hingga kawasan Jalan Mangkubumi dan Tugu Jogja. Polda DIY sangat menyayangkan kericuhan ini karena berisiko merusak fasilitas umum, dan memastikan personelnya tetap bersiaga di lokasi untuk menjamin keamanan masyarakat serta wisatawan.
 
“Kami memastikan petugas kami akan terus standby di sini untuk melakukan pengamanan, memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat maupun wisatawan yang ada di seputaran Malioboro,” pungkasnya.
 
(Sumber: Antara)