Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura, Vivian Balakrishnan, menyatakan bahwa Singapura dan Indonesia memiliki komitmen bersama untuk menghormati isi kontrak setelah adanya pengurangan ekspor gas dari Indonesia sebesar 31 MMBTUD.
"Jika kita mencermati dengan saksama pernyataan Perdana Menteri Lawrence Wong, Menteri (Energi, Perdagangan, dan Industri) Tan, serta para menteri Indonesia; kita akan melihat adanya komitmen bersama untuk menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap kontrak. Ini merupakan hal yang baik," ujar Menteri Vivian di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Vivian dalam konferensi pers usai kunjungannya ke Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menlu RI Arrmanatha Nasir. Menurutnya, kepatuhan terhadap kontrak sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kredibilitas dan daya saing ekonomi kedua negara.
Lebih lanjut, Vivian menegaskan bahwa negara-negara di kawasan Asia Tenggara secara umum selalu memegang teguh komitmen kontrak yang telah disepakati.
"Saya senang mengatakan bahwa, setidaknya berdasarkan pengalaman saya selama beberapa dekade, negara-negara di kawasan kita pada umumnya berpegang pada kontrak. Kontrak memiliki arti dan kekuatan yang nyata, serta prinsip penghormatan terhadap kontrak harus tetap dijunjung tinggi. Itu sangat penting," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menambahkan bahwa Singapura telah mengantisipasi berbagai situasi melalui penyiapan terminal gas alam cair serta diversifikasi sumber pasokan energi.
Sebelumnya pada Senin, 26 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi RI, Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi negara yang menjunjung tinggi kontrak. Ia menjelaskan bahwa pemangkasan ekspor tersebut masih berada dalam batas minimum sehingga dipastikan tidak melanggar kesepakatan yang ada.
Bahlil merinci, total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura yang berasal dari wilayah Laut Natuna dan Sumatera mencapai 409,55 MMBTUD. Dari jumlah tersebut, pengurangan pasokan yang dilakukan adalah sebesar 31 MMBTUD atau sekitar 8 persen. Penyesuaian pasokan ini terpaksa dilakukan akibat adanya kegiatan pemeliharaan serta lonjakan kebutuhan gas di dalam negeri. Selain pasokan gas pipa, Indonesia tercatat turut memasok sekitar 146 kargo gas alam cair (LNG) ke Singapura.
(Sumber: Antara)
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan saat memberikan pernyataan di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Antara)