SBY dan Novel 'Diana Memang Manja'

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Okt 2026, 21:25
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
SBY SBY (Ist)

NTVNews.id, Jakarta - Di balik perjalanan panjang sebagai Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyimpan sisi kehidupan yang begitu dekat dengan seni dan sastra.

Pengalaman mencintai, kehilangan, hingga berusaha bangkit dari kesedihan dituangkan dalam sebuah karya novel berjudul Diana Memang Manja, resmi diluncurkan di Cikeas, Kamis, 29 Oktober 2026 malam.

Peluncuran novel tersebut bukan sekadar memperkenalkan karya terbaru SBY. Buku ini juga menjadi ruang ekspresi untuk menuangkan perjalanan batin, kenangan, serta perenungan tentang cinta dan kehilangan, termasuk kisah hidupnya bersama almarhumah Ani Yudhoyono.

Dalam dialog bersama Gita Wirjawan pada acara peluncuran, SBY menceritakan proses kreatif di balik penulisan novel tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman pribadi berpadu dengan imajinasi untuk membangun cerita yang menyentuh berbagai sisi kehidupan manusia.

Salah satu momen paling emosional muncul ketika SBY mengenang sosok Ani Yudhoyono yang meninggal dunia pada 1 Juni 2019.

"Meskipun she is gone, saya tidak pernah melupakan," ungkap SBY.

SBY mengungkapkan, kepergian Ani Yudhoyono menjadi salah satu titik penting yang mendorong dirinya kembali menekuni dunia seni.

Di tengah masa duka, ia berusaha menemukan kegiatan yang dapat menjadi sarana untuk menyalurkan perasaan sekaligus membantu dirinya melewati masa-masa sulit.

Ia kemudian kembali menengok berbagai kecintaan yang telah tumbuh sejak masa kecil hingga menjalani pendidikan militer, mulai dari melukis, bermusik, menulis puisi, hingga menghasilkan karya sastra berupa novel.

SBY menegaskan bahwa dirinya bukan seseorang yang baru mengenal seni setelah meninggalkan dunia militer dan politik. Seni justru telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak lama.

“Saya bukan mualaf tentara, politisi menjadi seniman. Tetapi seni itu masa lalu saya. Yang betul adalah the return of the lost artist. Kembalinya seniman setelah mengembara ke mana-mana,” ucap SBY.

Kedekatannya dengan dunia tulis-menulis, menurut SBY, telah tumbuh sejak bangku sekolah dasar. Ketika duduk di kelas lima, ia sudah menulis cerita pendek dalam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Menulis novel merupakan kelanjutan dari kegemaran yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya.

SBY dan Novel Diana Memang Manja <b>(Ist)</b> SBY dan Novel Diana Memang Manja (Ist)

Bagi SBY, novel memberikan kebebasan untuk membangun alur, menghadirkan tokoh dengan beragam karakter, serta mempertemukan kenyataan dengan imajinasi.

“Saya merasa punya kebebasan untuk menggambarkan apa saja,” kata SBY.

Dalam Diana Memang Manja, kebebasan itu digunakan untuk merangkai kisah romansa dengan misteri dan pergulatan perasaan manusia. SBY mengakui, sebagian perasaan yang pernah dialaminya setelah kehilangan Ani Yudhoyono turut menjadi bahan dalam proses penulisan.

“Sebagian saya curahkan novel itu untuk mengekspresikan hati saya sekian tahun yang lalu. Tetapi sekarang saya lebih kuat. Saya sudah move on,” ungkap SBY.

Ketika Gita Wirjawan mengangkat pertanyaan mengenai pertemuan pengalaman nyata dan fiksi dalam novel tersebut, SBY menjelaskan, imajinasi tetap ia bangun melalui riset dan pertimbangan yang cermat. Ia ingin cerita yang dihadirkan memiliki pijakan yang masuk akal, sekaligus memberi ruang bagi misteri dan keajaiban dalam kehidupan.

Proses kreatif itu juga terus berkembang selama penulisan. Dari alur yang telah disiapkan, muncul gagasan-gagasan baru yang memperkaya cerita dan memperdalam hubungan antartokoh. Perbincangan mengenai novel kemudian membawa SBY pada pesan yang lebih luas, khususnya bagi generasi muda: keberanian untuk memulai dan kesungguhan dalam menjalani pilihan.

SBY mengingatkan pentingnya memiliki tujuan, bersedia berkorban, serta mengerahkan kemampuan terbaik. Tantangan, menurutnya, merupakan bagian dari perjalanan yang harus dihadapi dengan semangat dan keyakinan.

“Lebih bagus do something daripada do nothing. Bahwa nanti ada masalah, ada dinamika, selalu begitu kehidupan itu,” papar SBY.

Peluncuran Diana Memang Manja turut diisi pemutaran video “SBY & Dunia Seni”, penyerahan simbolis novel oleh penerbit Kompas Gramedia, serta penyerahan buku novel kepada 14 penerima dari berbagai latar belakang. Penampilan Neo Jibles melengkapi suasana malam yang mempertemukan sastra, musik, dan kisah perjalanan hidup.