Fakta-fakta Raffi Ahmad soal Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Okt 2026, 10:44
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Raffi Ahmad Raffi Ahmad (Instagram @raffinagita1717)

Ntvnews.id, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, buka suara dan mengklarifikasi terkait rumor yang beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @ukp_mudaseni_raffiahmad, ia membantah keras tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat dalam pengaturan acara deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Raffi melalui keterangan tertulis pada Jumat, 30 Oktober menyusul kritik dan spekulasi publik terkait kehadirannya dalam aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut.

Dalam keterangannya, Raffi menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut murni sebagai undangan. Ia mengaku baru menerima informasi dan undangan tersebut pada malam hari sebelum kegiatan berlangsung.

"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara. Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," tulis Raffi, 30 Oktober 2026.

Baca Juga: Viral Seruan Raffi Ahmad Ajak Pemuda Lawan Hoaks Saat Deklarasi di Bundaran HI

Selain membantah keterlibatannya dalam perancangan acara, suami dari Nagita Slavina ini juga menepis tuduhan miring mengenai adanya pengaturan kemunculan salah satu merek komersial air mineral yang terpasang dalam acara itu. Ia menjelaskan bahwa atribut berupa gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah ada dan berdiri di lokasi jauh sebelum dirinya tiba di tempat acara.

"Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya," tegasnya.

Meski demikian, Raffi menyatakan sikap terbuka dan apresiasinya terhadap para pemuda serta mahasiswa yang menyampaikan aspirasi pada momentum peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026. Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin, dan suara mahasiswa memiliki arti penting.

"Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting," kata Raffi.

Lebih lanjut, Raffi berpesan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di ruang digital, terutama yang menyeret ranah pribadi dan keluarga. Ia berharap publik dapat senantiasa mengedepankan fakta ketimbang menyebarkan dugaan yang tidak mendasar.

"Saya selalu terbuka terhadap kritik dan masukan, tentunya kritik yang didasarkan pada fakta, bukan tuduhan atau fitnah dari dugaan yang tidak benar, terlebih jika menyangkut keluarga. Mari memastikan kebenaran informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya," pungkasnya.