Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang beredar di Facebook mengklaim Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu Kementerian Agama telah meresmikan program bantuan untuk pasraman dan pembangunan pura.
Video tersebut mengajak umat Hindu di Indonesia untuk mendaftar dengan menyiapkan KTP asli serta buku rekening bank yang masih aktif.
Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria mengenakan pakaian adat Bali berwarna putih dan udeng ungu. Ia berdiri di depan gerbang pura dengan logo Kompas TV pada video tersebut. Narasi yang disampaikan seolah-olah berasal dari Direktur Jenderal Bimas Hindu, I Nengah Duija.
Berikut isi narasi dalam video tersebut:
“Pemirsa Bimas Hindu meresmikan program bantuan untuk umat Hindu serta pembangunan pura. Berikut cara daftarnya. Om Swastiastu, kami dari Bimas Hindu membawa kabar baik untuk seluruh umat Hindu di Indonesia. Terdapat program bantuan pasraman resmi. Ini bertujuan untuk menyejahterakan umat dan mendukung pembangunan pura kita. Program mulia ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara kami dengan pemerintah India demi kemajuan bersama. Syaratnya sangat mudah. Anda hanya perlu menyiapkan KTP asli dan buku rekening bank yang masih aktif.”
Selain narasi tersebut, video juga menampilkan tulisan:
“BIMAS HINDU MERESMIKAN PROGRAM BANTUAN PASRAMAN DAN PEMBANGUNAN PURA. SIMAK CARA DAFTARNYA DAN JANGAN LEWATKAN.”
Lantas, benarkah Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama mengumumkan program bantuan pasraman dan pembangunan pura yang pendaftarannya dilakukan melalui unggahan tersebut?
Unggahan yang menarasikan Kemenag resmikan program bantuan pasraman dan pembangunan pura lewat media sosial. Faktanya, video tersebut merupakan hasil AI. (Facebook) (Antara)
Penjelasan:
Hasil penelusuran tidak menemukan pengumuman resmi dari Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama mengenai program bantuan dengan mekanisme pendaftaran seperti yang disampaikan dalam video.
Selain itu, tidak ditemukan pemberitaan Kompas TV yang membenarkan informasi tersebut.
Pemeriksaan terhadap video berdurasi 34 detik menggunakan perangkat Hive Detect menunjukkan bahwa audio di dalamnya memiliki probabilitas 90,9 persen terdeteksi sebagai hasil buatan kecerdasan buatan (AI). Hasil tersebut memperlihatkan indikasi kuat bahwa suara dalam rekaman dibuat menggunakan teknologi AI.
Di sisi lain, Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama melalui akun Instagram resminya, @bimashinduri, telah mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap informasi bantuan yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Hindu maupun direktur jenderalnya.
Masyarakat juga diminta memastikan kebenaran informasi melalui akun resmi serta situs bimashindu.kemenag.go.id.
Memang terdapat program pemerintah yang memberikan bantuan untuk pembangunan dan rehabilitasi pura. Namun, proses penyalurannya mengikuti ketentuan resmi, termasuk tahapan seleksi dan verifikasi. Pendaftaran bantuan tersebut tidak dilakukan hanya dengan mengikuti arahan dari unggahan media sosial.
Berdasarkan informasi dalam situs resmi Ditjen Bimas Hindu, pada 2023 pemerintah menyalurkan bantuan pembangunan dan rehabilitasi kepada 31 pura yang telah lolos seleksi tim bantuan pemerintah.
Penerima bantuan juga harus memenuhi persyaratan administrasi serta menggunakan dana sesuai proposal yang telah disetujui.
Dengan demikian, informasi mengenai peresmian program bantuan pasraman dan pembangunan pura yang dapat didaftarkan melalui unggahan Facebook tersebut tidak memiliki bukti pendukung dari sumber resmi.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa informasi melalui saluran resmi Kementerian Agama. Hindari menyerahkan KTP, data rekening, maupun informasi pribadi lainnya kepada pihak yang identitas dan kewenangannya belum dipastikan.
Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector. (Hive Moderation) (Antara)
Kesimpulan:
Video yang mengklaim Ditjen Bimas Hindu meresmikan program bantuan pasraman dan pembangunan pura dengan pendaftaran melalui media sosial merupakan hoaks. Tidak ditemukan pengumuman resmi mengenai program tersebut. Pemeriksaan menggunakan Hive Detect juga menunjukkan indikasi kuat bahwa audio dalam video dibuat dengan AI.
Klaim: Kemenag meresmikan program bantuan pasraman dan pembangunan pura yang dapat didaftarkan melalui media sosial.
Rating: Hoaks
(Sumber: Antara)
Arsip - Pemangku dan penganyar melakukan ritual pradaksina di Pura Agung Jagadnatha Wana Kertha, Palu, Rabu, 18 Maret 2025. Pradaksina adalah ritual mengelilingi tempat suci dan menjadi simbol pembersihan alam dari berbagai penjuru sekaligus bentuk penghormatan dan pemuliaan umat kepada Ida Sang Hyang Widhi menjelang penyepian. (Antara)