Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat menyusul polemik yang timbul akibat acara 'Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026' di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten Willie Salim hadir murni sebagai tamu undangan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengakui bahwa penyelenggaraan acara yang menghadirkan tokoh publik tersebut memicu beragam persepsi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya memilih untuk bersikap terbuka dan menjadikan kritik yang masuk sebagai bahan evaluasi institusi.
"Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," ujar Budi Hermanto, 1 November 2026.
Baca Juga: Minta Maaf, Polisi Akui Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI yang Dihadiri 'Mahasewa'
Deklarasi yang memicu polemik ini sebelumnya digelar di Pospol Bundaran HI, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Acara tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengusung tema 'Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia'.
Sejumlah pesohor dan tokoh terlihat hadir dalam agenda tersebut, termasuk Raffi Ahmad dan kreator konten media sosial Willie Salim. Budi Hermanto menegaskan, kehadiran keduanya tidak terkait dengan agenda politik praktis, melainkan memenuhi undangan pihak penyelenggara.
"Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Budi Hermanto secara tegas menepis anggapan bahwa kegiatan deklarasi tersebut sengaja dibentuk sebagai aksi tandingan (counter-narrative) terhadap unjuk rasa penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan oleh elemen masyarakat sehari sebelumnya.
Selain itu, Polda Metro Jaya memastikan bahwa isu mengenai keterlibatan mahasiswa gadungan dalam acara deklarasi tersebut saat ini tengah didalami melalui proses penyelidikan internal kepolisian.
"Mahasiswa yang diduga gadungan dilakukan penyelidikan pihak kepolisian," tegas Budi.
Polda Metro Jaya menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus menghormati setiap bentuk aspirasi, kritik, serta masukan dari masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di masa mendatang.
"Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik," pungkasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Antara)