Ntvnews.id, Jakarta - Pelatih Manchester United, Michael Carrick, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya menelan kekalahan 0-2 dari Chelsea dalam lanjutan pekan kesembilan Liga Inggris 2026/2027.
Menurutnya, Manchester United gagal mempertahankan performa positif setelah turun minum sehingga harus mengakhiri pertandingan dengan hasil mengecewakan.
Carrick menilai Manchester United seharusnya bisa mengakhiri babak pertama dengan keunggulan. Ia menyebut anak asuhnya mampu memberikan ancaman serius kepada pertahanan Chelsea sebelum situasi pertandingan berubah setelah jeda.
Baca juga: Manchester United Kalah 0-2 dari Chelsea, Setan Merah 9 Laga Gak Pernah Menang
"Kami tidak bisa mengembangkan permainan di babak kedua. Seharusnya kami sudah unggul di babak pertama. Segalanya berjalan sangat positif, sesuai dengan harapan kami. Kami tampil sangat berbahaya," kata Carrick kepada TNT Sports.
Harapan Manchester United untuk membawa pulang poin kemudian pupus setelah Chelsea mencetak dua gol pada babak kedua. Morgan Rogers membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-50, sebelum Cole Palmer memperbesar skor melalui eksekusi penalti pada menit ke-64.
Situasi MU semakin sulit setelah Lisandro Martinez diganjar kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Wesley Fofana di area terlarang. Bek asal Argentina tersebut harus meninggalkan lapangan lebih cepat sehingga Manchester United melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
MANCHESTER, ENGLAND - AUGUST 30: Head Coach Michael Carrick of Manchester United in action during the Premier League 2026/27 match between Manchester United and Ipswich Town at Old Trafford on August 30, 2026 in Manchester, England. (Photo by Zohaib (Manchester United)
Carrick menganggap gol pertama Chelsea menjadi titik balik yang membuat timnya kesulitan mengendalikan jalannya pertandingan. Keadaan semakin rumit setelah wasit memberikan penalti kepada tuan rumah.
"Namun, situasi justru berantakan di babak kedua. Kami kebobolan gol yang seharusnya bisa dihindari, lalu ada penalti. Kami benar-benar berada dalam tekanan berat. Pertandingan pun berbalik drastis," ujarnya.
Meski gagal meraih hasil positif, Carrick tidak sepakat jika kekalahan tersebut disebabkan oleh mentalitas pemain yang menurun. Ia justru menilai para pemain sudah memperlihatkan kepercayaan diri dan semangat bertanding yang baik, terutama sepanjang babak pertama.
Menurutnya, performa positif sebelum turun minum menjadi bukti bahwa skuad Manchester United sebenarnya mampu memberikan perlawanan kepada Chelsea.
Carrick Tak Ingin Perpanjang Polemik Kartu Merah Martinez
Selain membahas performa tim, Carrick turut dimintai tanggapan mengenai insiden yang menyebabkan Lisandro Martinez mendapatkan kartu kuning kedua.
Namun, pelatih asal Inggris itu mengaku tidak melihat secara langsung kejadian yang melibatkan Martinez dan Wesley Fofana. Karena itu, ia memilih untuk tidak memberikan penilaian lebih jauh mengenai keputusan wasit.
Ketika ditanya apakah dirinya merasa kecewa terhadap tindakan Martinez, Carrick hanya menjawab, "Tidak."
Ia juga enggan memperpanjang pembahasan mengenai kartu merah tersebut maupun respons sang pemain setelah harus meninggalkan lapangan.
Carrick lebih memilih menyoroti kondisi emosional tim setelah kembali gagal mendapatkan kemenangan. Ia mengakui perubahan situasi pertandingan berlangsung begitu cepat sehingga membuat para pemain berada dalam tekanan besar.
"Hari ini, para pemain sebenarnya sudah menjalankan permainan dengan baik, tetapi keadaan berbalik melawan kami secara drastis dan situasi menjadi kacau dengan sangat cepat. Saat ini, emosi sedang meluap-luap," tambahnya.
Di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi Manchester United, Carrick memastikan dirinya tetap akan mendampingi tim dalam pertandingan selanjutnya menghadapi AS Roma di Liga Champions pada Selasa mendatang.
MU Semakin Tertekan di Papan Bawah Klasemen
Kekalahan dari Chelsea semakin memperburuk perjalanan Manchester United pada musim 2026/2027. Hasil tersebut memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka menjadi sembilan pertandingan beruntun di seluruh kompetisi.
Di klasemen sementara Liga Inggris, MU masih berada di posisi ke-16 dengan tujuh poin. Mereka kini hanya memiliki selisih satu angka dari zona degradasi sehingga membutuhkan hasil positif untuk segera memperbaiki keadaan.
Sebaliknya, Chelsea mendapatkan tambahan tiga poin penting yang membawa mereka masuk ke posisi empat besar. The Blues kini mengoleksi 16 poin dari sembilan pertandingan.
Rentetan hasil buruk tersebut tentu menjadi pekerjaan besar bagi Carrick. Ia harus segera menemukan solusi agar Manchester United mampu keluar dari tekanan dan kembali bersaing untuk mendapatkan hasil maksimal pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Pelatih Manchester United Michael Carrick (Instagram @manutd)