Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, memberikan tanggapan terkait insiden penggerebekan yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia menegaskan telah menerintahkan jajarannya untuk segera mendatangi lokasi guna melakukan investigasi secara objektif.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses penegakan hukum atau tindakan di lapangan berjalan sesuai dengan koridor HAM, tanpa mengabaikan status pesantren sebagai lembaga pendidikan strategis.
"Saya sudah perintahkan Kanwil HAM Jawa Tengah untuk datangi dan cek langsung secara objektif ke Pondok Pesantren dan Saya tunggu laporan secepatnya," ujar Menteri Pigai dalam unggahan Instagram dan Threads pribadinya, 1 November 2026.
Baca Juga: Polisi Ungkap Jejak Buronan di Balik Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Pigai menekankan pentingnya menjaga kehormatan lembaga pendidikan keagamaan. Menurutnya, pesantren memiliki peran sentral dan historis yang sangat besar dalam membangun peradaban serta kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
"Pesantren adalah pusat pendidikan sumber daya manusia yang unggul di negara ini," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kantor Wilayah (Kanwil) HAM Jawa Tengah dikabarkan tengah mempersiapkan tim untuk turun langsung ke Sukoharjo guna berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengurus pondok pesantren dan aparat penegak hukum setempat, guna menghimpun fakta-fakta yang akurat di lapangan. Kementerian HAM berkomitmen untuk menunggu laporan komprehensif tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan yang diperlukan.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. (Antara)