Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang disoroti adalah pengembangan desa kreatif berbasis komunitas di Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Dalam kunjungan kerjanya ke Wonosobo pada Minggu, Menekraf Riefky menyatakan bahwa upaya penguatan ekonomi tingkat akar rumput ini dilakukan dengan mengoptimalkan kekayaan budaya lokal, kreativitas masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital guna memperluas peluang usaha dan lapangan kerja.
"Kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki desa dapat menjadi modal ekonomi bernilai tambah apabila dikembangkan melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi yang tepat," ujar Riefky ke awak media, dikutip 2 November 2026.
Baca Juga: Menekraf Ungkap Empat Aspirasi Indonesia untuk Ekonomi Kreatif Global
Kunjungan Menekraf ke Desa Kadipaten diisi dengan berbagai agenda produktif. Sejumlah kegiatan digelar mulai dari diskusi pengembangan desa kreatif berbasis komunitas hingga pelatihan praktis pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk mendukung pengembangan skala usaha masyarakat setempat.
Selain aspek teknologi, penguatan ekonomi kreatif di Desa Kadipaten juga dikemas melalui pendekatan seni budaya. Acara dimeriahkan oleh harmoni seni pertunjukan yang menampilkan kolaborasi apik antara pelaku seni tari dan musik tradisional khas setempat, yakni bundengan. Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan sesi dialog interaktif bersama warga untuk menggali potensi serta memetakan tantangan dalam pengembangan ekonomi kreatif di tingkat perdesaan.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyambut baik kunjungan dan dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD terus berkomitmen mendorong pengembangan potensi lokal, termasuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta para pegiat seni dan budaya.
Menurut Afif, penguasaan teknologi digital, optimalisasi media sosial, serta pemanfaatan kecerdasan buatan merupakan elemen krusial agar para pelaku ekonomi kreatif lokal mampu beradaptasi dengan zaman sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk hingga ke pasar yang lebih luas.
"Kami berharap pengembangan desa kreatif ini tidak hanya terpusat di Desa Kadipaten saja, melainkan dapat direplikasi di desa-desa lainnya di Wonosobo," ungkap Afif.
Melalui pendampingan intensif, pelatihan berkala, dan penguatan kapasitas pelaku usaha, ia optimis potensi seni dan budaya lokal mampu bertransformasi menjadi produk industri kreatif yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan paparan saat Laporan Tahunan 2025 Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym. (Antara)