Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin disebut tidak pernah menutup peluang untuk melakukan perundingan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Hal tersebut disampaikan penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yury Ushakov.
Dalam wawancara yang dipublikasikan pada Minggu, 1 November 2026, Ushakov menegaskan bahwa Putin tetap bersedia membuka komunikasi secara langsung dengan pemimpin Ukraina tersebut.
"Saya kira dia tentu akan menjawab. Putin tidak pernah sekalipun menolak pembicaraan," kata Ushakov kepada seorang jurnalis kantor berita Vesti.
Ushakov juga menyatakan Zelensky dapat datang langsung ke Moskow apabila ingin mengadakan pertemuan dengan Putin. Menurutnya, pihak Ukraina telah beberapa kali menyampaikan keinginan untuk berkomunikasi melalui berbagai saluran.
"Ia mengirimkan sinyal melalui berbagai saluran. Dia ingin berbicara, dan jika dia begitu ingin berbicara, silakan datang," ujar Ushakov.
Baca Juga: Kremlin Buka Suara Soal Rencana Pertemuan Putin, Trump, dan Zelensky
Terkait upaya mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, Ushakov berpandangan bahwa tahap awal perundingan sebaiknya melibatkan tiga negara, yakni Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat (AS).
Ia menyebut negara-negara Eropa dapat dilibatkan dalam proses pembicaraan pada tahap selanjutnya. Namun, menurutnya, pertemuan awal perlu mengutamakan format trilateral.
"Kami memiliki kontak kerja dengan pihak Amerika. Jadi, tentu saja, masuk akal jika setidaknya putaran pertama perundingan dilakukan dalam format trilateral," katanya.
Dalam kesempatan berbeda, Ushakov juga menyinggung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-Afrika. Ia menyatakan berbagai pihak yang berupaya menghambat pelaksanaan pertemuan tersebut tidak berhasil mencapai tujuannya.
Meski demikian, Ushakov tidak merinci pihak-pihak yang dimaksud maupun bentuk upaya yang dilakukan untuk mengganggu penyelenggaraan KTT.
KTT Rusia-Afrika ketiga yang untuk pertama kalinya berlangsung di Moskow resmi berakhir pada 29 Oktober 2026. Pertemuan tersebut diikuti delegasi dari 48 negara Afrika, termasuk 22 kepala negara.
Sebelumnya, KTT Rusia-Afrika kedua diselenggarakan di St. Petersburg pada 2023. Sementara pertemuan pertama berlangsung di Sochi pada 2019.
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)