Paus Leo XIV Gunakan Hak Suara di Pemilu Sela AS, Kirim Surat Suara Lewat Pos

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 10:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Paus Leo XIV tiba di Istana Elysee di Paris, Prancis, pada 25 September 2026. Paus Leo XIV tiba di Istana Elysee di Paris, Prancis, pada 25 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Vatikan - Paus Leo XIV, pemimpin Gereja Katolik pertama yang berasal dari Amerika Serikat (AS), turut menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum sela di negara tersebut. Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus Leo telah mengirimkan surat suara melalui pos dari Chicago.

Dilansir dari AFP, Senin, 2 November 2026, partisipasi Paus Leo dalam pemilu ini menjadi peristiwa bersejarah. Pasalnya, belum pernah diketahui sebelumnya seorang pemimpin tertinggi Gereja Katolik memberikan suara dalam pemilihan politik.

Sebagai pemimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, Paus Leo memandang partisipasi dalam proses demokrasi sebagai bagian dari hak sekaligus tanggung jawab setiap warga negara. Pandangan tersebut disampaikan Vatikan melalui sebuah pernyataan.

Pemimpin Vatikan yang sebelumnya sempat terlibat perbedaan pandangan dengan Presiden AS Donald Trump itu meyakini adanya "hak dan kewajiban warga negara untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi," ungkap Vatikan dalam sebuah pernyataan.

Paus Leo yang lahir di Chicago disebut selalu menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara AS selama memenuhi persyaratan untuk mengikuti pemilihan.

Baca Juga: Paus Leo XIV Mulai Pulih usai Operasi Pengangkatan Tumor Kanker Paru

"Kantor Pers Takhta Suci mengonfirmasi bahwa, sejalan dengan praktik partisipasi sipil yang telah lama dijalankan, beliau telah mengirimkan surat suara melalui pos di Chicago," tambah pernyataan tersebut.

Sebelumnya, hubungan antara Paus Leo XIV dan Presiden Donald Trump sempat menjadi perhatian publik internasional akibat sejumlah perbedaan pandangan yang mencuat pada awal tahun ini.

Keduanya beberapa kali terlibat silang pendapat, terutama setelah Paus Leo mengkritik kebijakan pengetatan imigrasi AS serta perang melawan Iran. Trump bahkan melontarkan kritik dengan menyebut Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan dan memiliki kebijakan luar negeri yang buruk. Menanggapi hal tersebut, Paus Leo menegaskan dirinya tidak takut terhadap Trump.

Pemilihan sela AS sendiri dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang. Pemungutan suara tersebut dinilai penting bagi dinamika politik dalam negeri AS.

Sebelum terpilih sebagai Paus, Robert Francis Prevost menghabiskan hampir 20 tahun menjalankan tugas sebagai misionaris hingga menjabat uskup di Peru. Ia diketahui memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Amerika Serikat dan Peru.

Vatikan juga mengungkapkan bahwa Paus Leo tetap menjalankan hak politiknya selama menetap di Peru apabila memenuhi persyaratan sebagai pemilih.

Baca Juga: VIDEO: Ngeri! Paus Tutul 3,5 Meter Masuk Tambak Warga

"Bapa Suci juga mengonfirmasi bahwa selama bertahun-tahun tinggal di Peru, beliau menggunakan hak pilihnya kapan pun ia memenuhi syarat untuk melakukannya," ujar pihak Vatikan.