Menlu AS Sebut Trump Belum Putuskan Serangan Baru terhadap Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu 6 Mei 2026. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu 6 Mei 2026. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hingga kini belum menentukan sikap terkait kemungkinan melancarkan serangan militer baru terhadap Iran. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di tengah mandeknya proses perundingan perdamaian kedua negara.

Rubio mengatakan, militer AS memiliki kemampuan untuk mencapai target operasi jika pemerintah memutuskan untuk kembali melakukan serangan. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Atlanta, Georgia, saat dirinya menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri G20, Minggu, 1 November 2026.

"Kita dapat mencapai tujuan militer jika kita menghendakinya," kata Rubio seperti dikutip dari AFP, Senin, 2 November 2026.

Meski demikian, Rubio menegaskan Trump masih belum menentukan langkah militer selanjutnya. Pernyataan tersebut muncul setelah beredar laporan bahwa Trump berpotensi kembali menyerang Iran usai pemilu paruh waktu AS yang digelar pada Selasa.

Baca Juga: Iran Beri Peringatan Bakal Mundur dari NPT Jika Kembali Diserang

"Saya tidak mempunyai pengumuman mengenai hal itu kepada Anda hari ini, dan kami juga tidak menganggap entengnya," kata Rubio.

Di sisi lain, Rubio mengecam Teheran yang dinilai secara terang-terangan menargetkan kapal-kapal komersial. Kendati demikian, ia menegaskan Trump masih mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Rubio juga belum memberikan kepastian mengenai tenggat waktu berlangsungnya pembicaraan antara kedua pihak. Ia hanya memastikan Washington tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan diplomatik.

"Saya tidak akan menjelaskan kemajuan dalam perundingan tersebut maupun jangka waktunya, selain memberi tahu Anda bahwa jika ada solusi diplomatik, kami akan terbuka untuk itu," kata Rubio.

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran pada Sabtu memperingatkan AS dan Israel agar tidak melancarkan serangan militer baru. Peringatan tersebut disampaikan menyusul ancaman Trump yang sebelumnya menyatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk kembali menyerang Iran setelah pemilu paruh waktu AS.

Trump bahkan sempat mengungkapkan sedang mempertimbangkan apakah akan "menghabisinya."

Rencana kemungkinan serangan lanjutan tersebut turut memunculkan kekhawatiran dari negara-negara sekutu AS. Pada Kamis, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyerukan agar konflik diselesaikan melalui jalur diplomasi dan menghindari peningkatan ketegangan.

"Kami menyerukan solusi diplomatik, dan sungguh, eskalasi tidak menguntungkan siapa pun," katanya.