Profil Gus Firry, Keponakan Gus Dur yang Wafat di Usia 45 Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 12:37
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
keponakan kandung Gus Dur, Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry meninggal dunia. keponakan kandung Gus Dur, Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry meninggal dunia. (postingan akun instagram @wahidfoundation)

Ntvnews.id, Jakarta - Fatih Waluyo Wahid atau yang akrab disapa Gus Firry meninggal dunia pada Minggu, 1 November 2026 dalam usia 45 tahun. Kepergiannya menjadi kabar duka bagi keluarga besar KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengingat almarhum merupakan keponakan dari Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut.

Gus Firry merupakan putra dari dr. KH Umar Wahid, adik kandung Gus Dur. Kabar wafatnya disampaikan keluarga melalui pemberitahuan duka yang menyebut almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Tarakan, Jakarta, sekitar pukul 09.05 WIB.

Di luar hubungan keluarganya dengan Gus Dur, Gus Firry memiliki rekam jejak profesional di bidang hukum, kebijakan publik, dan hubungan pemerintahan. Ia pernah bekerja di lingkungan parlemen, sejumlah perusahaan nasional maupun internasional, hingga dipercaya menduduki posisi strategis di BPJS Kesehatan.

Latar Belakang Pendidikan

Gus Firry menempuh pendidikan tinggi di bidang hukum. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) dan meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada 2006.

Ia kemudian melanjutkan studi di University of Canberra, Australia. Pada 2007, Gus Firry menyelesaikan pendidikan magister hukum atau Master of Laws (LL.M.) dengan konsentrasi International Business, Trade, and Tax Law.

Latar belakang pendidikan ini menjadi bagian dari perjalanan kariernya yang banyak bersinggungan dengan regulasi, kebijakan pemerintah, serta hubungan antarlembaga.

Baca Juga: Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Tuai Sorotan, Ketum Santri Indonesia Minta Masyarakat Percaya Proses Hukum

Perjalanan Karier di Berbagai Sektor

Karier Gus Firry di sektor pelayanan publik dimulai di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Tim Staf Ahli Komisi IX DPR RI. Komisi tersebut memiliki lingkup kerja yang berkaitan dengan bidang kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, dan jaminan sosial.

Selama bekerja di lingkungan parlemen, Gus Firry juga terlibat dalam proses pembahasan Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (RUU BPJS) pada 2010–2011 sebagai koordinator tim asistensi.

Setelah berkarier di DPR, ia memperluas pengalamannya ke sektor swasta. Pada 2013, Gus Firry bergabung dengan BowerGroupAsia sebagai Government Relations Analyst. Pekerjaannya berkaitan dengan analisis kebijakan dan hubungan pemerintahan.

Ia kemudian bekerja di perusahaan farmasi Novartis sebagai Government Affairs and Patient Relations Manager pada 2017–2018. Dalam posisi tersebut, ia menangani urusan pemerintahan sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan kelompok pasien.

Perjalanan kariernya berlanjut ke perusahaan teknologi Gojek. Ia mengawali peran sebagai Public Policy and Government Relations Senior Manager pada 2018, kemudian dipercaya menjadi Head of Stakeholder Engagement pada 2020.

Pada 2021, Gus Firry bergabung dengan RedDoorz sebagai Director of Government Relations. Setelah itu, ia menjabat Head of Public Policy Indonesia di ByteDance sejak 2023 hingga 2024.

Gus Firry juga pernah menjalankan tugas sebagai Senior Advisor di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pengalaman tersebut menambah rekam jejaknya dalam bidang kebijakan publik dan pelayanan pemerintahan.

Baca Juga: BPS: Nilai Tukar Petani Oktober 2026 Menguat, Karet hingga Cabai Merah Jadi Penopang

Dipercaya Menjadi Direktur BPJS Kesehatan

Salah satu posisi penting dalam perjalanan profesional Gus Firry adalah ketika ia masuk dalam jajaran Direksi BPJS Kesehatan. Pada Februari 2026, namanya ditetapkan sebagai salah satu direktur untuk masa jabatan 2026–2031.

Dalam jajaran tersebut, Gus Firry mengemban posisi Direktur Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga. Pengalaman sebelumnya di DPR, perusahaan farmasi, serta sejumlah perusahaan teknologi dan layanan digital menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum menduduki jabatan tersebut.

Keterlibatannya dalam pembahasan RUU BPJS pada 2010–2011 juga menjadi salah satu pengalaman yang berkaitan langsung dengan sistem jaminan sosial nasional.

Kepergian Gus Firry pada usia 45 tahun meninggalkan catatan perjalanan karier di berbagai sektor, mulai dari parlemen, dunia usaha, hingga lembaga penyelenggara jaminan sosial.

Baca Juga: Kabar Duka, Gus Firry Wahid Meninggal Dunia di Usia 45 Tahun