Ntvnews.id, Taheran - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memerintahkan jajaran komandan militernya untuk menargetkan seluruh aset Amerika Serikat (AS) apabila Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam pernyataan yang ditayangkan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Mojtaba mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan instruksi kepada para petinggi militer untuk merespons setiap ancaman maupun serangan dari AS dan sekutunya.
Dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 3 November 2026, Ia meminta militer Iran memberikan respons yang "segera dan efektif, tanpa batasan geografis" terhadap segala bentuk ancaman dan agresi yang ditujukan kepada negaranya.
Mojtaba juga menyebut telah meminta pembaruan daftar sasaran militer agar seluruh aset milik AS dan Israel dapat dijangkau oleh kemampuan serangan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Mojtaba menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat militer Iran. Sikap keras Teheran muncul di tengah meningkatnya ancaman kemungkinan serangan baru dari AS dan Israel.
Baca Juga: Usai Dikira Tewas, Trump Kini Yakin Mojtaba Khamenei Masih Hidup
Sejumlah laporan media menyebut Washington berpeluang melancarkan operasi militer besar terhadap Iran pada Rabu, 4 November 2026, sehari setelah pemilihan paruh waktu di AS. Operasi tersebut dikabarkan berpotensi menggunakan bom penghancur berskala besar atau Mother of All Bombs yang diarahkan ke Gunung Pickaxe.
Sebelumnya, AS juga dilaporkan telah mengerahkan 10 pesawat angkut militer ke Israel pada pekan lalu. Washington turut mengirimkan sejumlah pesawat militer tambahan ke pangkalan-pangkalan yang berada di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar.
Selain pengerahan pesawat, sebuah kapal induk bersama pasukan Korps Marinir AS juga dikabarkan akan tiba di kawasan Timur Tengah pada November.
Dalam pernyataan yang sama, Mojtaba menegaskan bahwa setiap bentuk serangan terhadap Iran akan mendapatkan balasan maksimal dari angkatan bersenjata negaranya.
"Jika musuh kembali meluncurkan serangan militer atau teroris, maka angkatan bersenjata Iran dan negara Iran yang akan menentukan waktu dan kondisi untuk mengakhiri mereka," ucapnya, seperti dikutip Anadolu Agency.
Arsip - Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)