Kemenhub Sambut Kehadiran Forland di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Nov 2026, 14:01
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyambut positif kehadiran Forland, merek kendaraan komersial asal Tiongkok yang resmi memasuki pasar otomotif Indonesia dengan menghadirkan jajaran kendaraan niaga berbasis tenaga listrik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menilai masuknya Forland dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional, khususnya pada segmen kendaraan komersial dan angkutan logistik.

Menurut Aan, kehadiran kendaraan niaga listrik menjadi langkah positif dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia.

"Tentu ini satu hal yang baik, meramaikan ekosistem kendaraan listrik yang ada di Indonesia. Kendaraan niaga yang berbasis EV ini, saya kira yang pertama ya. Ini sesuai dengan program kita, pemerintah untuk percepatan elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia," katanya sesaat setelah menghadiri peluncuran Forland di Nusantara Ballroom, NT Tower, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Aan menjelaskan, salah satu manfaat utama penggunaan kendaraan niaga listrik adalah membantu mengurangi pencemaran udara yang ditimbulkan aktivitas transportasi.

Ia menyebut sektor transportasi darat hingga saat ini berkontribusi terhadap sekitar 30–40 persen pencemaran udara di Jakarta. Kondisi serupa, menurutnya, juga menjadi perhatian di sejumlah daerah lainnya.

Mobil produk Forland ET5 <b>(Dok: NTVNews.id)</b> Mobil produk Forland ET5 (Dok: NTVNews.id)

Karena itu, penggunaan kendaraan logistik dan komersial berbasis listrik diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan emisi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

"Ya, tentu tadi saya sampaikan ada beberapa permasalahan. Salah satunya adalah masalah lingkungan hidup atau pencemaran udara yang saat ini transportasi darat ini, transportasi secara keseluruhan ini, menyumbang 30 sampai 40% pencemaran udara. Ini di Jakarta," ungkapnya.

"Tentu di daerah-daerah lain juga sama. Dengan kehadiran angkutan logistik niaga yang berbasis EV ini tentu akan mengurangi pencemaran udara. Itu yang pertama. Sehingga kami menyambut baik kehadiran kendaraan berbasis EV ini, terutama kendaraan niaga dan komersial," sambungnya.

Selain dampak terhadap lingkungan, Aan menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian utama Kemenhub dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik, termasuk untuk kebutuhan niaga dan logistik.

Ia memastikan kendaraan yang diperkenalkan telah melalui pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan terkait keselamatan serta uji emisi.

Menurutnya, pemenuhan standar tersebut menjadi hal penting agar kendaraan listrik yang beroperasi di jalan raya tidak hanya menawarkan efisiensi, tetapi juga menjamin keamanan pengguna jalan.

"Kemudian yang kedua, dari sisi keselamatan, ini tentu menjadi konsen kita dari Kementerian Perhubungan, keselamatan itu adalah yang utama. Kendaraan ini sudah kita uji, artinya sudah layak dan lulus terkait dengan keselamatan, uji emisi dan sebagainya. Harapannya ke depan ini dengan kehadiran kendaraan EV ini bisa mempercepat udara kita yang hijau, yang bersih. Saya kira itu," tutupnya.