Ntvnews.id, Bangkok - Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand (DDPM) mengimbau masyarakat menyiapkan tas siaga darurat atau emergency bag yang berisi berbagai kebutuhan pokok untuk bertahan hidup selama 72 jam pertama setelah bencana terjadi.
Dilansir dari The Thaiger, Rabu, 4 November 2026, Imbauan yang disampaikan tersebut muncul di tengah pernyataan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul yang meminta masyarakat tetap waspada tanpa perlu diliputi kepanikan menyikapi peringatan darurat dari sejumlah negara.
Sebelumnya, sejumlah negara mengeluarkan anjuran kepada masyarakat untuk menyediakan stok makanan, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya guna mengantisipasi kondisi darurat selama tiga hingga tujuh hari. Situasi ini turut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan Thailand dalam menghadapi kemungkinan gangguan keamanan maupun bencana.
Anutin memastikan ketahanan pangan Thailand masih dalam kondisi memadai. Ia pun meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap peringatan yang disampaikan negara-negara lain.
Meski demikian, Anutin mengingatkan pentingnya mengikuti perkembangan situasi dan meningkatkan kewaspadaan tanpa harus menimbulkan kepanikan.
Direktur DDPM Nirat Pongsitthaworn menjelaskan Thailand bukan termasuk negara yang diminta mempersiapkan keadaan darurat akibat konflik di Timur Tengah. Kendati demikian, penyediaan tas darurat merupakan langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko apabila bencana sewaktu-waktu terjadi.
Ia menyebut imbauan tersebut merupakan bagian dari program jangka panjang pemerintah dalam mengurangi risiko bencana sekaligus membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat tanpa menciptakan ketakutan.
Menurut Nirat, persiapan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama 72 jam pertama merupakan standar internasional. Selama periode tersebut, masyarakat diharapkan mampu bertahan secara mandiri sembari menunggu bantuan pemerintah menjangkau wilayah terdampak.
Ia menambahkan, tas darurat tidak hanya diperuntukkan menghadapi ancaman konflik antarnegara. Perlengkapan tersebut juga dibutuhkan untuk mengantisipasi berbagai kejadian, seperti banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran, kerusuhan, sabotase, hingga wabah penyakit.
Enam Kategori Perlengkapan yang Harus Disiapkan
DDPM merekomendasikan enam kelompok perlengkapan yang sebaiknya tersedia di dalam tas darurat setiap rumah tangga.
1. Obat-obatan dan perlengkapan kesehatan
Masyarakat dianjurkan membawa kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), obat-obatan dasar, serta obat khusus yang rutin dikonsumsi anggota keluarga. Catatan riwayat medis juga perlu disertakan untuk memudahkan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
2. Makanan dan air minum
Setiap orang disarankan menyediakan air minum sebanyak tiga liter untuk kebutuhan satu hari. Selain itu, tas perlu dilengkapi makanan siap santap dan camilan berenergi yang dapat dikonsumsi tanpa proses pengolahan rumit.
Keluarga dengan anak-anak, lanjut usia, maupun anggota keluarga yang sedang sakit juga perlu menyesuaikan persediaan makanan berdasarkan kebutuhan masing-masing.
3. Peralatan dan perlengkapan komunikasi
Perangkat komunikasi yang perlu disiapkan mencakup telepon seluler, pengisi daya portabel, senter, baterai cadangan, serta radio. Radio menjadi salah satu perlengkapan penting untuk memperoleh informasi ketika jaringan internet mengalami gangguan.
Peralatan pendukung lainnya meliputi peluit untuk memberikan tanda meminta pertolongan, lilin, korek api, buku catatan, pulpen, pisau lipat, gunting, tali, dan selotip.
4. Dokumen penting dan uang tunai
Berbagai dokumen penting beserta salinannya dianjurkan disimpan dalam wadah atau kantong kedap air agar terlindungi dari kerusakan. Dokumen tersebut antara lain kartu identitas, bukti kepemilikan rumah, kartu asuransi kesehatan, surat izin mengemudi (SIM), buku tabungan, serta sertifikat tanah.
Masyarakat juga diminta menyediakan uang tunai dan kunci cadangan sebagai antisipasi apabila layanan perbankan maupun transaksi pembayaran digital tidak dapat digunakan.
5. Perlengkapan kebersihan pribadi
Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan selama berada dalam kondisi darurat, masyarakat perlu membawa tisu, sikat gigi, pasta gigi, perlengkapan mandi, serta kantong sampah.
6. Pakaian dan perlengkapan tidur
Pakaian pengganti, jas hujan, topi, selimut, maupun kantong tidur juga disarankan masuk dalam daftar perlengkapan. Barang-barang tersebut diperlukan untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat selama proses evakuasi maupun ketika harus tinggal sementara di lokasi pengungsian.
Nirat menekankan setiap keluarga sebaiknya memiliki tas darurat yang dapat langsung dibawa ketika harus meninggalkan tempat tinggal akibat situasi berbahaya.
"Setiap rumah tangga harus memiliki tas darurat agar, jika terjadi keadaan darurat, baik itu bencana alam, perang siber, atau konflik internasional, mereka dapat segera membawanya saat mengevakuasi daerah yang berisiko," kata Nirat, dikutip dari The Nation Thailand.
Ia menyarankan penggunaan tas yang ringan dan tahan air agar mudah dibawa ketika proses evakuasi berlangsung. Tas tersebut juga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau sehingga tidak menyulitkan penghuni rumah saat harus meninggalkan tempat tinggal dalam waktu singkat.
Selain mempersiapkan perlengkapan, masyarakat diminta melakukan pemeriksaan secara berkala. Hal ini bertujuan memastikan seluruh peralatan masih berfungsi dengan baik serta persediaan makanan dan obat-obatan belum melewati masa kedaluwarsa.
Di sisi lain, DDPM memastikan pemerintah Thailand telah menyiapkan langkah penanggulangan bencana secara lebih luas. Persiapan tersebut mencakup mekanisme penanganan bencana, pengerahan personel untuk menghadapi situasi krisis, serta pengembangan sistem peringatan dini melalui layanan Siaran Seluler dan berbagai saluran komunikasi lainnya.
DDPM juga menyiapkan mekanisme tanggap darurat dan penyaluran bantuan yang disesuaikan dengan jenis ancaman. Koordinasi bersama berbagai lembaga pemerintah turut diperkuat untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus memastikan bantuan dapat segera diberikan apabila kondisi darurat benar-benar terjadi.
Ilustrasi - Bendera Thailand di kota Bangkok. ANTARA/Pixabay/pri. (Antara)