Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya saat ini tengah menggelar audit serta investigasi mendalam menyusul kemunculan narasi dan keberadaan kelompok yang diduga sebagai "mahasiswa sewaan" berseragam jas almamater dalam rangkaian acara peringatan Hari Sumpah Pemuda.
"Makanya, ini kita audit dan investigasi, didalami kenapa "mahasiswa bayaran" tadi bisa berada di situ menggunakan jas almamater. Kepolisian, penyelenggara pastinya tidak ingin, tidak mengetahui bahwa ada mahasiswa sewaan tadi," ujar Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 4 November 2026.
Budi memaparkan bahwa perhelatan Hari Sumpah Pemuda pada dasarnya melibatkan partisipasi luas dari berbagai elemen pemuda lintas latar belakang, dan tidak eksklusif diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa semata.
"Namanya, Sumpah Pemuda kan tidak harus mahasiswa. Seluruh pemuda boleh melaksanakan. Nanti saya kasih buktinya, ada penyanyi yang dari Ambon, ada FBR (Forum Betawi Rempug)," tuturnya.
Ia turut meluruskan berbagai tudingan yang sempat beredar di media sosial, sekaligus memastikan bahwa institusi kepolisian sama sekali tidak bertindak sebagai pengelola acara atau Event Organizer (EO) dalam kegiatan tersebut.
"Ya pastinya ada EO sendiri lah, tidak mungkin kita yang mengurus," tegas Budi.
Polda Metro Jaya berkomitmen untuk membeberkan hasil penyelidikan secara transparan dan menyeluruh kepada publik sekiranya seluruh rangkaian pemeriksaan rampung dilaksanakan, disertai penjatuhan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab.
"Setelah itu komprehensif, paripurna, kami akan sampaikan pasti. Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap itu pasti akan ada sanksinya," pungkas Budi.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya juga telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat luas berkenaan dengan dinamika pemberitaan seputar pelaksanaan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.
Aksi dan kegiatan tersebut sebelumnya diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya di kawasan sekitar Pos Polisi (Pospol) Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026 lalu.
“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan, kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” demikian isi keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (4/11/2026). (Antara)