Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian Daerah Papua Barat Daya menghadirkan inovasi untuk mendukung pendidikan anak-anak di wilayah pesisir dan kepulauan.
Melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), Polri menyediakan layanan perpustakaan apung agar anak-anak di kawasan terpencil lebih mudah mendapatkan akses bahan bacaan dan pembelajaran.
Program yang menjadi bagian dari kegiatan Polisi Peduli Pendidikan tersebut dilaksanakan bersama Satpolairud Polres Sorong Kota di pesisir Dermaga Pulau Dom dan Pulau Ram.
Direktur Polairud Polda Papua Barat Daya Kombes Budy Utomo mengatakan, perpustakaan apung merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap pemerataan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak yang tinggal di daerah dengan keterbatasan fasilitas belajar.
"Kami ingin memastikan anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir juga memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kehadiran polisi bukan hanya untuk menjaga keamanan perairan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Budy dalan keterangannya, Rabu, 4 November 2026.
Baca Juga: 6 Fakta Kasus Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta Jadi Tersangka
Baca Juga: Polda Metro Jaya Investigasi Mahasiswa Sewaan di Deklarasi Sumpah Pemuda
Menurut Budy, program tersebut tak hanya berfokus pada penyediaan buku bacaan. Personel Polairud juga berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan pengenalan pengetahuan umum dan pendampingan belajar.
Dengan pendekatan tersebut, perpustakaan apung diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan semangat belajar anak-anak di kawasan pesisir.
Selain memberikan edukasi, personel kepolisian turut menyampaikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan tindakan perundungan atau bullying. Edukasi ini diberikan sejak dini agar anak-anak mampu mengenali serta menghindari berbagai perilaku negatif.
"Kami ingin anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan memiliki pemahaman tentang hal-hal positif. Pendidikan karakter juga penting agar mereka mampu melindungi diri dari berbagai pengaruh negatif," imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, Budy juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya saat menggunakan media sosial dan mengakses konten digital.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi perlu diimbangi dengan pendampingan keluarga. Dengan demikian, anak-anak dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menunjang proses belajar dan memperluas wawasan, bukan justru terpapar konten yang berpotensi merugikan masa depan mereka.
Budy menegaskan, kehadiran perpustakaan apung merupakan bagian dari pendekatan preventif dan humanis Polri dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat pesisir.
Melalui program ini, personel kepolisian diharapkan tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah perairan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendukung pendidikan serta perlindungan anak.
"Anak-anak pesisir memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, kami ingin terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat belajar generasi muda," pungkasnya.
Polairud Papua Bikin Perpustakaan Apung untuk Anak Pesisir (Humas Polri)