Investasi Jakarta Rp249,3 Triliun, Serap 440 Ribu Tenaga Kerja hingga Triwulan III 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Nov 2026, 14:48
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kolam Bundaran HI. (Antara) Kolam Bundaran HI. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Provinsi DKI Jakarta hingga Triwulan III atau periode Januari-September 2026, total investasi yang masuk mencapai Rp249,3 triliun. Capaian tersebut sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi 440.744 tenaga kerja.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi gabungan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Jakarta menyumbang 16,2 persen dari keseluruhan investasi nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Heru Hermawanto mengatakan capaian tersebut menjadi bukti tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Ibu Kota.

Menurut Heru, keberhasilan investasi tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk. Dampak terhadap perekonomian dan kemampuan menciptakan kesempatan kerja juga menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas investasi.

“Bagi kami, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Penyerapan lebih dari 440 ribu tenaga kerja ini menunjukkan bahwa investasi memiliki peran penting dalam membuka kesempatan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi. Inilah dampak investasi yang ingin terus kami dorong agar semakin luas dan berkelanjutan,” ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu, 4 November 2026.

Ia menambahkan, arah kebijakan investasi Jakarta ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan nilai penanaman modal, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Inilah yang menjadi arah pengembangan investasi Jakarta ke depan, yakni menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan semakin banyak peluang kerja dan manfaat ekonomi bagi warga Jakarta,” tegasnya.

Investasi Jakarta Tumbuh 22,1 Persen

Ilustrasi kota Jakarta <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi kota Jakarta (Pixabay)

Dari total 440.744 tenaga kerja yang terserap selama Januari-September 2026, sebanyak 322.380 orang berasal dari aktivitas investasi PMDN. Sementara itu, investasi PMA berkontribusi terhadap penyerapan 118.364 tenaga kerja.

Tidak hanya mencatatkan nilai investasi terbesar secara nasional, Jakarta juga menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Realisasi investasi sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp249,3 triliun atau meningkat 22,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebesar Rp204,2 triliun.

Khusus Triwulan III 2026, nilai investasi Jakarta mencapai Rp75,7 triliun. Angka tersebut terdiri atas PMDN sebesar Rp53,6 triliun dan PMA senilai 1,34 miliar dolar AS atau setara Rp22,1 triliun.

Realisasi tersebut memberikan kontribusi sebesar 14,3 persen terhadap investasi nasional pada periode yang sama. Jika dibandingkan dengan Triwulan III 2025 yang mencapai Rp63,3 triliun, investasi Jakarta mengalami pertumbuhan sebesar 19,49 persen.

Heru menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari daya saing Jakarta, dukungan infrastruktur, serta iklim usaha yang semakin kondusif.

Ia juga mengapresiasi arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mendorong jajarannya terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk pelayanan bagi investor dan pelaku usaha.

Untuk mempertahankan tren positif tersebut, DPMPTSP DKI Jakarta akan terus meningkatkan kualitas pelayanan penanaman modal. Sejumlah langkah yang dilakukan meliputi optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), percepatan digitalisasi perizinan dan layanan nonperizinan, pelayanan jemput bola, serta pendampingan investasi secara terpadu.

Selain itu, berdasarkan persebaran wilayah, Jakarta Selatan menjadi daerah dengan realisasi investasi PMDN dan PMA tertinggi sepanjang Januari-September 2026.

Wilayah tersebut mencatatkan investasi sebesar Rp96,9 triliun atau sekitar 39 persen dari total investasi Jakarta.

Jakarta Pusat menempati posisi berikutnya dengan nilai Rp68,5 triliun atau 28 persen. Kemudian Jakarta Utara sebesar Rp32,2 triliun atau 13 persen, Jakarta Barat Rp28 triliun atau 11 persen, dan Jakarta Timur Rp23,4 triliun atau 9 persen.

Sementara itu, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp291 miliar atau sekitar 0,1 persen.

Heru menjelaskan, tingginya realisasi investasi tersebut didukung berbagai inovasi pelayanan dan kemudahan proses perizinan maupun nonperizinan yang terus dikembangkan DPMPTSP DKI Jakarta.

Ilustrasi Pekerja <b>(ANTARA/Hafidz Mubarak)</b> Ilustrasi Pekerja (ANTARA/Hafidz Mubarak)

Menurutnya, kepastian proses perizinan dan kualitas pelayanan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan investor dalam mengembangkan usahanya di Jakarta.

Karena itu, pihaknya berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, bidang Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar di Jakarta selama Januari-September 2026.

Sektor tersebut membukukan realisasi investasi sebesar Rp76,3 triliun atau 31 persen dari total penanaman modal.

Di posisi kedua terdapat sektor Jasa Lainnya dengan nilai investasi Rp69,3 triliun atau 28 persen. Selanjutnya, sektor Perdagangan dan Reparasi mencatatkan investasi sebesar Rp34,3 triliun atau 14 persen.

Besarnya kontribusi sektor-sektor tersebut menunjukkan daya tarik Jakarta sebagai pusat aktivitas bisnis, perdagangan, jasa, serta konektivitas ekonomi nasional.

Dari sisi investasi asing, Singapura masih menjadi negara dengan kontribusi terbesar terhadap realisasi PMA di DKI Jakarta.

Sepanjang Januari-September 2026, investasi Singapura mencapai Rp37,9 triliun. Posisi berikutnya ditempati Republik Rakyat Tiongkok dengan nilai Rp12,9 triliun, Hong Kong Rp7,6 triliun, Jepang Rp6,9 triliun, dan Korea Selatan Rp3,3 triliun.

Heru mengatakan besarnya kontribusi negara-negara tersebut mencerminkan kepercayaan investor internasional terhadap Jakarta sebagai salah satu pusat bisnis dan ekonomi strategis di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan, jasa keuangan, serta berbagai kegiatan ekonomi bernilai tambah tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi investor global.

“Kepercayaan investor internasional merupakan modal penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi investasi utama, baik nasional maupun regional. Kami akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan kualitas pelayanan perizinan, kemudahan berusaha, serta fasilitasi atas kebutuhan dan kendala investor,” ujar Heru.

Untuk memperluas peluang tersebut, DPMPTSP DKI Jakarta terus memperkuat promosi investasi dan mengoptimalkan potensi sejumlah sektor strategis.

Upaya ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investor, meningkatkan realisasi penanaman modal, sekaligus memperluas penciptaan lapangan pekerjaan.

Heru menegaskan, investasi asing yang masuk ke Jakarta juga harus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, memperkuat aktivitas usaha, dan membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

DPMPTSP DKI Jakarta memastikan penguatan iklim investasi akan terus dilakukan melalui penyederhanaan dan peningkatan kualitas layanan perizinan, fasilitasi penyelesaian hambatan usaha, serta promosi berbagai peluang investasi potensial.

Heru menekankan bahwa investasi berkualitas merupakan penanaman modal yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ke depan, DPMPTSP DKI Jakarta juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk mempertahankan daya tarik investasi Ibu Kota.

Dengan realisasi investasi mencapai Rp249,3 triliun dan penyerapan 440.744 tenaga kerja hingga September 2026, Jakarta semakin memperkokoh perannya sebagai pusat investasi nasional.