Demokrat Kembali Kuasai Senat AS, Pengaruh Trump Terancam Menyusut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Nov 2026, 19:30
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Foto: Reuters) Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Foto: Reuters)

Ntvnews.id, Washington DC - Partai Demokrat berhasil merebut kembali kendali Senat Amerika Serikat setelah meraih kemenangan di sejumlah wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi basis kuat Partai Republik.

Hasil pemilu ini membuka peluang bagi Demokrat untuk memperbesar pengaruhnya terhadap kebijakan Presiden Donald Trump hingga akhir masa jabatannya.

Demokrat juga diperkirakan mampu menguasai Dewan Perwakilan Rakyat atau House of Representatives. Jika proyeksi tersebut terwujud, partai itu akan kembali mengendalikan kedua kamar Kongres mulai tahun depan, untuk pertama kalinya sejak 2022.

Pemimpin minoritas Senat Chuck Schumer menyambut hasil tersebut dengan penuh antusias saat memberikan pernyataan di Washington DC.

“Wow! Wow! Sekarang, melawan segala kemungkinan, kami dari Partai Demokrat telah memenangkan Senat,” kata pemimpin minoritas Senat, Chuck Schumer, di Washington DC. “Kami punya lima kata untuk rakyat Amerika: kelegaan akan segera datang.”

Baca Juga: AHY Siap untuk Pimpin Partai Demokrat Kembali

Kemenangan Demokrat terjadi di sejumlah negara bagian yang selama ini sulit mereka rebut. Berdasarkan laporan Associated Press, wilayah tersebut mencakup Maine, South Carolina, North Carolina, Ohio, Texas, Iowa, dan Kansas.

Dengan kembali menguasai Senat, Demokrat berpeluang menghambat agenda legislasi Trump. Mereka juga dapat menunda atau menolak pengajuan calon pejabat yang ditunjuk presiden, mulai dari anggota kabinet hingga hakim federal. Kewenangan tersebut termasuk proses pengangkatan hakim Mahkamah Agung yang saat ini memiliki komposisi enam hakim konservatif dan tiga hakim liberal.

Dalam penghitungan sementara, Demokrat telah mengamankan 54 kursi, sedangkan Partai Republik memperoleh 42 kursi. Penghitungan di Alaska masih berlangsung. Kandidat Demokrat Mary Peltolia berupaya mengalahkan senator petahana dari Partai Republik, Dan Sullivan, yang telah menjabat selama dua periode. Kepastian hasil pemilihan di negara bagian tersebut diperkirakan membutuhkan beberapa hari.

Di sisi lain, Partai Republik belum berhasil merebut kursi Senat milik Demokrat yang sebelumnya mereka anggap rentan setelah pemilu 2024. Kursi tersebut berada di Michigan, New Hampshire, Georgia, dan Minnesota.

Meski demikian, Partai Republik tetap mampu mempertahankan atau memenangkan sejumlah kursi di wilayah yang cenderung mendukung mereka, terutama di bagian selatan dan barat tengah Amerika Serikat.

Donald Trump dan Nicki Minaj <b>(X)</b> Donald Trump dan Nicki Minaj (X)

Baca Juga: Senat AS Tolak Resolusi untuk Hentikan Konflik dengan Iran

Sejumlah hasil pemilu juga menjadi sinyal bagi Partai Republik. Di Florida, senator petahana Ashley Moody berhasil mempertahankan kursinya, tetapi hanya unggul sekitar tiga poin persentase. Hasil tersebut berbeda dari kemenangan sejumlah kandidat Republik sebelumnya yang mampu memperoleh keunggulan dua digit di negara bagian yang pernah menjadi medan persaingan ketat dalam pemilihan presiden. Dalam beberapa tahun terakhir, Florida juga semakin condong ke arah konservatif.

Di Louisiana, Julia Letlow memenangkan pemilihan untuk mengisi kursi Senat yang kosong. Namun, keunggulannya atas kandidat Demokrat hanya sekitar dua poin persentase. Hasil tersebut menjadi sorotan karena dua tahun sebelumnya Trump memenangkan Louisiana dengan selisih sekitar 22 poin persentase.

Hasil pemilu kali ini berbeda jauh dari situasi politik pada 2024. Saat itu, Trump kembali memenangkan pemilihan presiden dan sekutunya menguasai 53 kursi Senat. Kemenangan tersebut mengakhiri empat tahun kendali Demokrat atas lembaga legislatif itu.

Sebelum pemilu terbaru berlangsung, Demokrat diperkirakan belum memiliki peluang besar untuk kembali menguasai Senat dalam waktu dekat. Sebagian besar negara bagian yang menggelar pemilihan Senat pada 2026 merupakan basis kuat salah satu partai. Selain itu, kecenderungan pemilih untuk memberikan suara kepada kandidat dari partai berbeda dalam pemilu Kongres juga terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Pada awal persaingan, Demokrat menargetkan kursi Partai Republik di North Carolina, Ohio, Alaska, dan Maine. Sementara itu, Partai Republik berupaya merebut kursi Demokrat di Georgia dan Michigan, dua negara bagian yang dimenangkan Trump dalam pemilihan presiden. Mereka juga mengincar New Hampshire dan Minnesota, tempat Kamala Harris sebelumnya menang dengan selisih suara relatif tipis.

Namun, sejumlah kebijakan Trump yang menuai penolakan publik membuat tingkat persetujuannya terus menurun. Penilaian masyarakat terhadap kebijakan ekonomi dan imigrasi menjadi dua persoalan utama yang turut memengaruhi dukungan terhadap presiden tersebut.

Keputusan Trump menyerang Iran serta mengerahkan agen federal untuk menjalankan operasi penindakan imigrasi berskala besar juga disebut memperlemah dukungan terhadap Partai Republik. Operasi imigrasi tersebut berujung pada tewasnya dua warga negara Amerika Serikat di Minneapolis.

Para pendukung Partai Republik menghadiri pesta pemantauan pemilihan presiden AS di Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, pada 6 November 2024, yang dihadiri oleh kandidat Partai Republik Donald Trump. <b>(Dok.Antara)</b> Para pendukung Partai Republik menghadiri pesta pemantauan pemilihan presiden AS di Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, pada 6 November 2024, yang dihadiri oleh kandidat Partai Republik Donald Trump. (Dok.Antara)

Kenaikan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah kemudian meningkatkan keyakinan Demokrat untuk memenangkan persaingan Senat di Texas, Kansas, dan Iowa.

Schumer menilai Partai Republik perlu mempertimbangkan kembali dukungannya terhadap kebijakan Trump.

“Partai Republik punya pilihan, yaitu mengikuti Trump menuju jurang kehancuran, meskipun kebijakan Trump membuat penderitaan keluarga-keluarga Amerika semakin parah,” kata Schumer.

Ia juga mengatakan bahwa Demokrat tetap berpegang pada kebutuhan masyarakat selama masa kampanye.

“Kami tidak pernah goyah. Kami mendengarkan rakyat Amerika dan apa yang mereka inginkan. Kami berbicara dengan mereka. Kami duduk bersama mereka di dapur dan ruang keluarga mereka, lalu bertanya, ‘Apa yang harus kami lakukan?’ Mereka memberi tahu kami, dan kami mendengarkan,” lanjutnya.

Kemenangan di sejumlah negara bagian tersebut mencatat perubahan yang jarang terjadi dalam politik modern Amerika Serikat. Kansas terakhir kali mengirim senator Demokrat pada 1932, sedangkan Texas terakhir melakukannya pada 1988. Di South Carolina, kandidat Demokrat terakhir kali memenangkan pemilihan Senat 38 tahun lalu. Sementara itu, Iowa dan North Carolina terakhir memilih senator Demokrat 18 tahun sebelumnya.

Intervensi Trump dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik juga dinilai turut memengaruhi hasil akhir. Trump sebelumnya mengecam Senator Thom Tillis dari North Carolina setelah ia menentang rancangan undang-undang utama kebijakan domestik presiden. Tekanan tersebut diikuti keputusan Tillis untuk mundur dari pencalonan.

Mantan gubernur North Carolina dari Partai Demokrat, Roy Cooper, kemudian berhasil memenangkan pemilihan untuk menggantikan Tillis.

Di Texas, Trump memilih mendukung Jaksa Agung Ken Paxton yang menghadapi berbagai kontroversi dibandingkan senator petahana John Cornyn. Keputusan itu membuat Cornyn kalah dalam pemilihan pendahuluan dan membuka peluang bagi Demokrat untuk merebut kursi di negara bagian yang selama ini menjadi basis utama Partai Republik.

Associated Press melaporkan bahwa James Talarico, anggota legislatif negara bagian Texas dari Partai Demokrat, berhasil memenangkan kursi tersebut dengan keunggulan dua digit.

Senator senior Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Lindsey Graham, <b>(PBS)</b> Senator senior Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Lindsey Graham, (PBS)

Persaingan di South Carolina juga mengalami perubahan setelah Senator Republik Lindsey Graham meninggal dunia secara mendadak. Trump mendukung saudara perempuan Graham, Darline Graham, untuk mengisi masa jabatan penuh di Senat meskipun ia belum pernah memenangkan pemilihan jabatan publik. Sejumlah kandidat Partai Republik lainnya juga bersaing dalam pemilihan tersebut.

Darline Graham akhirnya kalah dari kandidat Demokrat Annie Andrews dengan selisih sekitar empat poin persentase.

Partai Republik kini memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk mempertahankan kendali atas pemerintahan sebelum perubahan komposisi Kongres berlaku. Di tengah situasi tersebut, muncul spekulasi bahwa mereka akan berupaya mempercepat pengangkatan hakim konservatif baru di Mahkamah Agung apabila salah satu hakim yang sedang menjabat memutuskan pensiun.

Saat ditanya mengenai kemungkinan itu, Schumer meminta Partai Republik mengambil pelajaran dari hasil pemilu.

“Saya berharap Partai Republik belajar dari pelajaran yang gagal mereka pahami hingga malam ini. Dengarkan rakyat Amerika ... Mereka ingin kita kembali berfokus pada biaya hidup, kekacauan, dan korupsi.”

(Sumber: The Guardian)