Iran Keluarkan Panduan Darurat Serangan Nuklir ke Warga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 08:02
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump Ilustrasi - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Televisi nasional Iran secara mendadak menayangkan panduan keselamatan bagi masyarakat untuk menghadapi kemungkinan serangan nuklir.

Instruksi tersebut disiarkan pada Selasa, 3 November 2026, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Al Arabiya, Kamis, 5 November 2026, panduan tersebut memuat sejumlah langkah perlindungan diri apabila terjadi ledakan nuklir. Masyarakat diingatkan agar tidak melihat langsung kilatan cahaya dari ledakan dan segera mencari tempat berlindung jika sedang berada di luar ruangan.

Apabila tidak dapat memasuki bangunan, warga disarankan berlindung di balik penghalang atau merendahkan posisi tubuh hingga menempel ke permukaan tanah sambil melindungi kepala dan wajah.

Setelah ledakan terjadi, masyarakat diminta segera memasuki bangunan terdekat. Warga juga dilarang keluar hanya untuk menyaksikan maupun mengabadikan peristiwa tersebut menggunakan kamera. Selain itu, kendaraan pribadi tidak dianjurkan sebagai tempat perlindungan.

Otoritas Iran turut menyarankan masyarakat mencari perlindungan di ruang bawah tanah atau bagian tengah bangunan. Lokasi tersebut dinilai lebih aman karena berada jauh dari jendela dan dinding luar.

Untuk mengurangi risiko paparan material berbahaya, masyarakat diminta menutup seluruh pintu dan jendela serta mematikan pendingin ruangan yang menggunakan sirkulasi udara dari luar.

Baca Juga: Mulai Lagi, AS Serang Pulau Qeshm Iran

Panduan tersebut juga mengatur langkah penanganan apabila seseorang terpapar material dari area ledakan. Warga diminta segera mengganti pakaian yang dikenakan karena berpotensi terkontaminasi.

Pakaian yang terpapar tidak boleh dikibas-kibaskan dan harus segera disimpan dalam wadah tertutup. Sementara itu, bagian kulit yang terkena paparan perlu dibersihkan menggunakan air dan sabun.

Apabila rambut turut terpapar, masyarakat disarankan mencucinya menggunakan sampo. Jika tidak memungkinkan untuk mandi, bagian tubuh yang terkena paparan dapat dibersihkan dengan air atau tisu basah.

Selain langkah perlindungan diri, masyarakat diminta menyediakan persediaan air minum dan makanan dalam kemasan. Warga juga diimbau tetap berada di dalam bangunan setidaknya selama 24 jam.

Selama kondisi darurat berlangsung, masyarakat diwajibkan mengikuti instruksi dari otoritas setempat, khususnya terkait jalur evakuasi yang dinyatakan aman.

Penayangan panduan keselamatan tersebut berlangsung ketika Teheran menghadapi kemungkinan serangan militer baru dari Washington.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memberikan sinyal mengenai rencana serangan lanjutan terhadap Iran dengan sasaran Gunung Pickaxe. Washington menduga lokasi tersebut digunakan Teheran untuk menyimpan komponen program nuklirnya.

Sejumlah media AS melaporkan bahwa operasi militer tersebut berpotensi melibatkan Mother of All Bombs (MOAB), yang dikenal sebagai bom nonnuklir dengan daya ledak terbesar dalam persenjataan konvensional Amerika Serikat.

Sejumlah laporan media juga menyebutkan bahwa serangan berskala besar terhadap Iran kemungkinan dilaksanakan setelah pemilu sela AS yang berlangsung pada 3 November 2026.