D'MASIV Putus Kerja Sama dengan RANS Entertainment untuk Tur Asia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 19:46
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
D'Masiv D'Masiv (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Grup musik pop rock ternama Indonesia, D'MASIV, secara resmi mengakhiri kerja sama dengan RANS Entertainment sebagai promotor dalam rangkaian tur Asia mereka yang bertajuk Home Run Asia. Keputusan ini diambil di tengah gelombang boikot publik terhadap RANS Entertainment dan pendirinya, Raffi Ahmad.

Setelah sempat menyambangi Taiwan dan Hong Kong, seluruh sisa jadwal tur D'MASIV kini resmi diambil alih oleh promotor Antara Suara. Pergantian promotor ini dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen melalui media sosial resmi mereka.

"Betul semula RANS adalah promotor konser D'MASIV Home Run Asia. Namun mulai dari penyelenggaraan Hong Kong kemarin, Antara Suara udah ambil alih penuh sebagai promotor utama atas aspek penyelenggaraan konser," tulis akun resmi Antara Suara, 5 November 2026.

Baca Juga: Putus Kontrak, Nippon Paint Copot Atribut Promosi Raffi Ahmad

Langkah pergantian ini juga terlihat dari penjualan tiket penutupan tur Home Run Asia di Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember 2026 mendatang, di mana Antara Suara bertindak sebagai penanggung jawab penuh.

Sebelum mengakhiri rangkaian tur di ibu kota, pelantun lagu hit Cinta Ini Membunuhku tersebut masih harus menyambangi dua negara tetangga, yakni Singapura pada 9 November 2026 serta Malaysia pada 20 November 2026 di bawah kendali promotor baru.

Keputusan D'MASIV untuk beralih promotor tidak terlepas dari sorotan tajam publik terhadap RANS Entertainment belakangan ini. Raffi Ahmad dan perusahaannya menghadapi aksi boikot dari masyarakat Indonesia usai menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 29 Oktober 2026.

Acara tersebut menuai kontroversi luas setelah terungkap adanya pengerahan mahasiswa bayaran untuk tampil. Meskipun Raffi Ahmad secara terbuka telah memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian tersebut, gelombang boikot dari netizen tetap masif berjalan.

Dampak dari gerakan boikot ini mulai merembet ke berbagai lini bisnis hiburan RANS Entertainment. Selain mengalami penurunan jumlah pengikut (followers) di berbagai platform media sosial, gelaran acara RANS Carnival di Sleman, Yogyakarta, dilaporkan sepi pengunjung setelah sejumlah penampil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memutuskan untuk mundur secara sepihak.