Dikukuhkan Cak Imin, Gerbang Tani Bertekad Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 21:02
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Dewan Pengurus Nasional Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (DPN Gerbang Tani) masa khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Jakarta, Kamis, 5 November 2026 Dewan Pengurus Nasional Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (DPN Gerbang Tani) masa khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Jakarta, Kamis, 5 November 2026 (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Pengurus Nasional Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (DPN Gerbang Tani) masa khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Jakarta, Kamis, 5 November 2026. Momentum ini menjadi pijakan awal bagi Gerbang Tani untuk memperjuangkan kedaulatan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Gus Muhaimin menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran penting sebagai pilar utama kehidupan bangsa. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat hingga keberlangsungan kedaulatan bangsa tidak terlepas dari kontribusi kedua kelompok tersebut.

"Petani dan nelayan merupakan pilar utama kehidupan bangsa. Dari tangan petani dan nelayan, kebutuhan pangan rakyat kita terpenuhi, kedaulatan rakyat dan bangsa dipertaruhkan," ujar Gus Muhaimin.

Meski demikian, Gus Muhaimin menilai masih terdapat sejumlah persoalan besar yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Persoalan tersebut meliputi ketimpangan penguasaan sumber daya, terbatasnya akses permodalan, ketidakpastian hasil dan harga produksi, serta lemahnya perlindungan dan kesejahteraan.

Baca Juga: FPKB DPR: Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Coreng Jargon Polisi bersama Masyarakat

Karena itu, ia menyebut kehadiran Gerbang Tani sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperjuangkan hak, martabat, dan kesejahteraan petani serta nelayan di seluruh Indonesia.

"Karena itu, kehadiran Gerakan Petani dan Nelayan Indonesia, Gerbang Tani, merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk memperjuangkan kepentingan hak, martabat, dan kesejahteraan petani dan nelayan di seluruh Indonesia," katanya.

Gus Muhaimin juga mengingatkan para pengurus yang baru dikukuhkan agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap kepengurusan Gerbang Tani mampu membangun gerakan yang kuat, solid, dan mandiri serta konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Pada hari ini, saudara-saudara dipilih, diangkat, dan dikukuhkan untuk memikul amanah dan tanggung jawab organisasi, membangun gerakan yang kuat, solid, dan mandiri, serta terus berpihak kepada kepentingan rakyat dan bangsa," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPN Gerbang Tani, Idham Arsyad, menegaskan bahwa kepengurusan baru Gerbang Tani tampil lebih segar dan didominasi kalangan muda. Struktur yang responsif dan penuh energi tersebut diyakini dapat mendorong kinerja organisasi lebih optimal selama lima tahun ke depan.

"Dengan kepengurusan yang lebih segar dan didominasi generasi muda, Gerbang Tani siap bekerja ekstra dan lebih optimal selama lima tahun mendatang. Kami bertekad mengarustamakan isu-isu sektoral petani dan nelayan agar mendapatkan perhatian mendasar dan serius dari pemerintah serta negara," ujar Idham Arsyad di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Idham mengungkapkan, Gerbang Tani berkeyakinan dapat memainkan peran lebih besar dalam mengawal kebijakan publik. Pasalnya, tingkat kesejahteraan petani dan nelayan di Indonesia hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan. Padahal, kedua kelompok tersebut merupakan bagian penting dari masyarakat sekaligus tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, kehadiran negara belum sepenuhnya dirasakan secara maksimal oleh masyarakat tani dan pesisir. Mereka masih dihadapkan pada persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan alat produksi, sulitnya memperoleh akses permodalan, hingga minimnya jaminan perlindungan harga komoditas.

"Petani dan nelayan kita masih menghadapi ketimpangan struktur serta persoalan alat produksi yang sangat terbatas. Gerbang Tani hadir untuk menyuarakan ketidakadilan ini dan mendorong hadirnya kebijakan konkret yang berpihak pada keberlanjutan hidup mereka," tegasnya.

Pengukuhan pengurus Gerbang Tani tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda Orientasi dan Rapat Kerja Nasional yang dihadiri jajaran pengurus dari berbagai wilayah. Pembacaan Surat Keputusan penetapan kepengurusan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid, sebelum dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan dan penyerahan bendera pataka oleh Gus Muhaimin.

Melalui pengukuhan tersebut, Gerbang Tani berkomitmen menjadikan organisasi bukan sekadar forum seremonial, melainkan sebagai motor penggerak advokasi kebijakan, penguatan jaringan ekonomi rakyat, serta pengawalan kedaulatan pangan Indonesia dari hulu hingga hilir.