Listyo Cs Sadap Presiden hingga Tokoh Politik, Cak Imin: Kurang Ajar Betul

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 08:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta  - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkapkan dirinya termasuk pihak yang menjadi korban dugaan penyadapan oleh sejumlah jenderal polisi. Ia mengecam tindakan tersebut karena diduga menyasar Presiden Prabowo Subianto hingga sejumlah pejabat negara dan tokoh publik.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Gerbang Tani di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis, 5 November 2026 malam.

Cak Imin menyebut penyadapan tidak hanya menyasar Presiden Prabowo, tetapi juga dirinya. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan, terlebih karena turut menyasar tokoh politik, media, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga kalangan pengusaha.

"Ya, kita terus terang ya, itu kurang ajar lah yang menyadap itu, gitu. Itu kurang ajar betul. Lebih kurang ajar lagi, saya termasuk yang disadap. Itu sangat kurang ajar itu, sangat kurang ajar," kata dia, Kamis malam.

Cak Imin kemudian berkelakar bahwa dirinya sebenarnya sudah mengetahui dugaan penyadapan terhadap dirinya sejak sekitar 30 tahun lalu. Namun, ia mengaku tidak dapat mengambil tindakan karena tidak memiliki bukti untuk mengungkap pelakunya.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo yang dinilainya berperan dalam mengungkap kasus penyadapan tersebut. Ia bahkan menyebut pengungkapan kasus itu turut membantu dirinya mengetahui pihak yang diduga menyadap komunikasinya.

"Untung Pak Prabowo bisa membantu. Ya, Pak Prabowo bisa nangkap penyadap, sekaligus nangkap yang nyadap saya. Enaknya koalisi sama Pak Prabowo ya begitu itu. Jadi, jadi barokahnya, barokahnya ikut Pak Prabowo di situ," ujar dia.

Baca Juga: Kapolri Tegaskan Penanganan Kasus Penyadapan Murni Penegakan Hukum

Selain kepada Presiden Prabowo, Cak Imin secara khusus memberikan penghargaan kepada Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto atas pengungkapan perkara tersebut.

Ia menilai langkah Kapolri dalam membongkar dugaan penyadapan itu menjadi kontribusi penting untuk menjaga kehormatan pemimpin negara sekaligus memperbaiki iklim politik nasional.

"Salut untuk Kapolri, hormat untuk Kapolri, kerjanya luar biasa. Kapolri menyelamatkan marwah pemimpin kita. Kapolri telah memberikan kontribusi nyata penataan, penataan semua kehidupan politik kita supaya lebih sehat," ujar dia.

Sebelumnya, kepolisian telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, LSM, dan pengusaha pada Selasa, 3 November 2026.

Ketiga tersangka tersebut masing-masing berinisial Jenderal LSP, Irjen ASN, dan Irjen EHS. Dalam perkembangan terbaru, penyidik kembali menetapkan satu tersangka tambahan berinisial Irjen SU pada Kamis malam.

Penetapan para tersangka tersebut menjadi bagian dari pengusutan dugaan praktik penyadapan yang diduga melibatkan sejumlah perwira tinggi kepolisian.