Ntvnews.id, Paris - Pesawat Airbus A320 milik maskapai Aer Lingus yang melayani penerbangan dari Dublin, Irlandia, menuju Roma, Italia, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Prancis. Keputusan tersebut diambil menyusul adanya peringatan mengenai dugaan ancaman bom.
Dilansir dari BBC, Jumat, 6 November 2026, peringatan keamanan diterima pada Kamis pagi. Menindaklanjuti informasi tersebut, pilot mengubah jalur penerbangan dan mengarahkan pesawat menuju pangkalan udara Évreux di wilayah utara Prancis.
Pada hari yang sama, maskapai asal Finlandia, Finnair, juga mengungkapkan adanya ancaman bom terhadap salah satu pesawatnya yang tengah terbang dari Helsinki menuju Roma. Pesawat tersebut mendapat pengawalan jet tempur angkatan udara dan tetap mendarat sesuai jadwal penerbangan.
Insiden ini terjadi beberapa hari setelah delapan penerbangan di kawasan Eropa, termasuk dua pesawat yang berangkat dari Inggris, menerima ancaman bom. Namun, hasil pemeriksaan terhadap seluruh pesawat tersebut tidak menemukan adanya bahan peledak.
Baca Juga: Viral Penumpang Pesawat Menangis 3 Jam Gegara Tak Bisa Duduk di Samping Suami
Dalam pernyataan resminya, Aer Lingus membenarkan bahwa penerbangan EI402 dari Dublin menuju Roma "dialihkan ke Normandia pagi ini sebagai langkah pencegahan keamanan."
"Pesawat mendarat dengan selamat, dan Aer Lingus akan berupaya untuk segera mengalihkan penumpang ke tujuan akhir mereka sesegera mungkin."
Sementara itu, penerbangan Wizz Air dari Milan, Italia, menuju Warsawa, Polandia, juga sempat mengeluarkan peringatan darurat sebelum akhirnya mengubah rute dan mendarat di Wina, Austria.
Hingga kini, belum ada informasi mengenai dugaan ancaman bom pada penerbangan Wizz Air tersebut. Penyebab pengalihan rutenya pun belum diketahui secara jelas.
Sebelumnya, pada Selasa, 3 November 2026. sebanyak tujuh pesawat menjalani pemeriksaan setelah menerima ancaman bom.
Ilustrasi Pesawat (Pixabay)