Presiden Israel Mulai Konsultasi dengan Partai Pemenang Pemilu untuk Bentuk Pemerintahan Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 07:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemilu Israel Pemilu Israel (Istimewa)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Presiden Israel Isaac Herzog menerima hasil resmi pemilihan umum (pemilu) parlemen dan mulai menggelar pertemuan dengan partai-partai yang berhasil memperoleh kursi. Konsultasi tersebut dilakukan untuk menentukan kandidat yang berpeluang membentuk pemerintahan baru.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 6 November 2026, Herzog menerima hasil pemilu dari Komite Pemilu Pusat pada Rabu, 4 November 2026. Setelah menerima laporan resmi tersebut, ia langsung mengundang para pemimpin partai politik terpilih untuk memulai pembicaraan mengenai pembentukan pemerintahan.

Dalam sistem politik Israel, presiden memiliki kewenangan untuk mengumpulkan pimpinan partai yang memperoleh kursi parlemen setelah pemilu. Pertemuan tersebut bertujuan membahas kandidat yang dinilai layak mendapatkan mandat sebagai perdana menteri (PM).

Herzog dijadwalkan menentukan calon perdana menteri pada 10 November. Kandidat yang mendapatkan mandat kemudian memiliki waktu 28 hari untuk menyusun kabinet pemerintahan.

Apabila waktu yang diberikan belum mencukupi, kandidat tersebut dapat memperoleh perpanjangan masa pembentukan kabinet hingga maksimal 14 hari.

Baca Juga: Eks Juru Bicara Militer Israel Bongkar Manipulasi Informasi soal Perang Gaza

Jika kandidat pertama tidak berhasil membentuk pemerintahan, Herzog berwenang menyerahkan mandat kepada kandidat lainnya. Namun, apabila seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil, Israel harus kembali menyelenggarakan pemilihan umum.

Pada Rabu, Herzog mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan perwakilan sejumlah faksi politik, yakni Religious Zionism-Zehut, Shas, dan Yisrael Beytenu. Rangkaian konsultasi tersebut berlangsung hingga malam hari dan dijadwalkan berlanjut pada Kamis (5/11).

Sebanyak delapan partai lainnya, termasuk dua faksi yang mewakili kelompok Arab, masuk dalam agenda pertemuan dengan Herzog pada Kamis. Sementara itu, Partai Yashar yang dipimpin mantan Panglima Militer Gadi Eisenkot dan Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan menjadi dua kelompok terakhir yang ditemui.

Hasil pemilu Israel pada 27 Oktober lalu menunjukkan blok politik pendukung Netanyahu memperoleh 53 kursi parlemen. Sementara itu, kubu Eisenkot mengamankan 48 kursi.

Kedua kubu tersebut belum mampu mencapai ambang batas 61 kursi dari total 120 kursi parlemen yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan mayoritas.

Kebuntuan politik tersebut berpotensi diatasi apabila salah satu kubu menjalin koalisi dengan partai-partai Arab. Dalam pemilu kali ini, partai-partai Arab secara mengejutkan berhasil mengumpulkan 19 kursi di parlemen.

Meski demikian, peluang kerja sama tersebut masih menghadapi hambatan. Netanyahu sebelumnya telah menyatakan penolakannya untuk membangun koalisi bersama partai-partai Arab. Eisenkot juga belum memperlihatkan kesediaan untuk menjalin kerja sama serupa.

Kendati demikian, salah satu partai Arab telah menyatakan kesiapannya memberikan dukungan kepada Eisenkot. Langkah tersebut ditujukan untuk mengakhiri kekuasaan Netanyahu dan membuka jalan bagi terbentuknya pemerintahan baru di Israel.