Ntvnews.id, Moskow - Pemerintah Rusia menanggapi hasil pemilihan umum sela (midterm elections) Amerika Serikat (AS) yang berujung pada hilangnya kendali Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump atas dua lembaga legislatif Kongres, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyampaikan harapan agar Trump tetap meneruskan inisiatif diplomatik untuk mengakhiri perang di Ukraina, meskipun partainya mengalami kekalahan dalam pemilu paruh waktu tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Peskov ketika ditanya mengenai kemungkinan kemenangan Partai Demokrat dalam perebutan kendali Kongres dapat memengaruhi komunikasi diplomatik antara Washington dan Moskow.
"Presiden Trump masih menjabat, dan kami sangat berharap dia akan melanjutkan upaya perdamaiannya," kata Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat, 6 November 2026.
"Telah ada kemajuan, dan putaran perundingan trilateral lainnya akan segera dilakukan," imbuhnya.
Saat kembali ditanya mengenai potensi Kongres baru yang dikuasai Partai Demokrat menghambat langkah diplomasi Trump, Peskov tidak ingin memberikan penilaian lebih jauh. Ia menyebut persoalan tersebut sebagai "urusan dalam negeri AS".
Baca Juga: 13 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus TPPO Modus Tentara Bayaran ke Rusia
Komentar Moskow muncul sehari setelah Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR dalam pemilu sela yang berlangsung pada Selasa, 3 November 2026. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri dominasi Partai Republik di kedua kamar Kongres AS.
Komposisi baru Kongres yang berada di bawah kendali Partai Demokrat dijadwalkan mulai menjalankan tugas pada Januari 2027.
Di tengah perubahan peta politik Washington, Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat telah menjadwalkan kelanjutan perundingan perdamaian tiga pihak di Abu Dhabi pada 10-11 November.
Utusan Khusus AS Steve Witkoff sebelumnya menyampaikan bahwa agenda perundingan tersebut akan membahas upaya meredakan ketegangan serta sejumlah langkah kemanusiaan.
Sementara itu, dalam pernyataan terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menegaskan bahwa perubahan dinamika politik di Amerika Serikat tidak akan memengaruhi sikap Moskow terhadap Ukraina maupun arah kebijakan luar negerinya.
Ryabkov juga menilai pendekatan para pemimpin Partai Demokrat terhadap Rusia selama ini "sangat negatif".
Arsip - Foto suasana sekitar Kremlin di Moskow, Rusia, Kamis (10/3/2022). (ANTARA/Xinhua/Bai Xueqi/aa.) (Antara)