Gunung Dukono Semburkan Asap Putih hingga 1.100 Meter, Status Masih Waspada

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Nov 2026, 13:57
thumbnail-author
Amanda Putri Utomo
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Asap putih setinggi 1.000 hingga 1.100 meter teramati keluar dari kawah Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu pagi. Asap putih setinggi 1.000 hingga 1.100 meter teramati keluar dari kawah Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Sabtu pagi. (ANTARA/HO- Humas.)

Ntvnews.id, Ternate - Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan peningkatan keluarnya asap kawah. Pada Sabtu pagi, 7 November 2026, asap berwarna putih terpantau membumbung hingga ketinggian 1.000–1.100 meter dari puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan aktivitas pengeluaran asap kawah yang lazim terjadi dan bukan merupakan letusan gunung api.

"Ini bukan letusan, tetapi hanya asap putih biasa," katanya.

Menurut Bambang, kondisi aktivitas Gunung Dukono hingga saat ini masih memperlihatkan pola harian seperti biasanya. Namun, pengamatan visual di kawasan puncak terkadang mengalami kendala akibat tertutup kabut tebal sehingga kemunculan asap kawah tidak selalu dapat terlihat secara jelas.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur Sampai 3,5 Km

Berdasarkan hasil pemantauan, tinggi asap kawah mengalami perubahan dari waktu ke waktu dengan tekanan gas yang tergolong lemah hingga sedang. Pada pengamatan Sabtu pagi, kepulan asap putih terlihat bergerak ke arah barat hingga barat daya.

Dari sisi kegempaan, aktivitas gempa letusan masih tercatat, meskipun frekuensinya dilaporkan mulai menurun. Sementara itu, material abu vulkanik masih teramati tersebar dalam intensitas tipis, mengikuti perubahan arah dan kecepatan angin di sekitar gunung.

Meski kondisi tersebut masih tergolong aktivitas rutin, masyarakat diminta tidak mengabaikan potensi bahaya. Pasalnya, Gunung Dukono hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan gunung.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga masih memberlakukan penutupan aktivitas pendakian sejak 8 Mei 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah erupsi pada awal Mei 2026 mengakibatkan tiga pendaki meninggal dunia akibat terdampak material vulkanik.

Bambang kembali mengingatkan warga, pengunjung, maupun wisatawan agar mematuhi zona larangan aktivitas di sekitar kawah.

Baca Juga: VIDEO: Gunung Bromo Tiba-tiba Erupsi, Wisatawan Diminta Waspada

"Masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta pengunjung dan wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer," ujarnya.

Ia turut mengingatkan bahwa potensi letusan yang menghasilkan hujan abu vulkanik masih dapat terjadi secara berkala. Arah penyebaran abu tidak selalu sama karena sangat dipengaruhi oleh kondisi angin, sehingga kawasan yang terdampak bisa berubah sewaktu-waktu.

Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta selalu menyiapkan masker atau alat pelindung hidung dan mulut. Perlengkapan tersebut penting digunakan ketika terjadi hujan abu guna mengurangi risiko gangguan pada saluran pernapasan.

(Sumber: ANTARA)