Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjadi salah satu figur penting dalam menyampaikan dan mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto terkait sejumlah program strategis pemerintah. Mulai dari revitalisasi Stasiun Gambir, penataan kawasan Monumen Nasional (Monas), pembangunan Grand National Museum, hingga pengembangan jaringan kereta api di Bali, berbagai rencana tersebut dinilai memiliki dampak positif bagi peningkatan pelayanan publik dan pembangunan nasional.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai program-program tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas transportasi publik, memperkuat sektor pariwisata, serta menghadirkan ruang edukasi sejarah bagi masyarakat. Menurutnya, revitalisasi Stasiun Gambir memiliki nilai penting karena kawasan tersebut bukan sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang kereta api, melainkan juga salah satu wajah transportasi publik Indonesia.
"Gambir bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang kereta api, tetapi juga salah satu wajah transportasi publik Indonesia. Karena itu, pengembangan Gambir menjadi ikon wisata dan ruang publik modern merupakan sesuatu yang positif," ujar Iwan.
Baca Juga: Polri Dalami Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Bareskrim Telusuri Pihak Pemberi Perintah
Ia juga menilai rencana pengembangan kereta api di Bali berpotensi menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kemacetan sekaligus memperbaiki mobilitas masyarakat. Menurutnya, pembangunan transportasi tersebut perlu memperhatikan kebutuhan warga lokal, mulai dari keterjangkauan tarif hingga akses menuju kawasan permukiman, pendidikan, dan pusat perekonomian.
Selain transportasi, Iwan menyambut positif gagasan pembangunan Grand National Museum di kawasan Monas. Menurutnya, museum nasional memiliki peran strategis dalam memperkenalkan perjalanan sejarah Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Museum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi yang interaktif dan mampu membangun kesadaran kebangsaan.
"Museum jangan hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi harus menjadi ruang edukasi publik yang hidup, interaktif, dan mampu membangun kesadaran kebangsaan," katanya.
Lebih jauh, Iwan melihat peran Seskab Teddy Indra Wijaya dalam menjembatani visi Presiden Prabowo dengan pelaksanaan program di kementerian dan lembaga. Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar menyampaikan arahan Presiden, melainkan memastikan setiap kebijakan diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret, terukur, dan memiliki target pelaksanaan yang jelas.
"Di sinilah peran Sekretaris Kabinet menjadi penting sebagai penghubung antara visi Presiden dengan kerja kementerian dan lembaga. Seskab harus mampu memastikan setiap arahan Presiden memiliki penanggung jawab yang jelas, target waktu, tahapan pelaksanaan, serta mekanisme evaluasi," jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program strategis pemerintah membutuhkan koordinasi lintas kementerian, kesiapan anggaran, serta pengawasan yang konsisten. Karena itu, Teddy diharapkan mampu memastikan setiap proyek berjalan sesuai tahapan dan target yang telah ditetapkan, termasuk mengidentifikasi hambatan serta mendorong penyelesaian masalah di lapangan.
Direktur IPR itu juga menegaskan, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari banyaknya gagasan dan arahan pembangunan, tetapi juga dari realisasi serta manfaatnya bagi masyarakat.
Seskab Teddy Indra Wijaya (Istimewa)