Bahlil Terima Telepon Prabowo saat Pelantikan Golkar Maluku, Singgung Koalisi Permanen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Nov 2026, 15:34
thumbnail-author
Amanda Putri Utomo
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia di acara pelantikan DPD Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026). Ketum Golkar Bahlil Lahadalia di acara pelantikan DPD Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026). ((Foto: Tangkapan layar))

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mendapat panggilan telepon dari Presiden Prabowo Subianto di tengah agenda pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026). Momen tersebut sempat menarik perhatian para tamu undangan hingga membuat rangkaian sambutan terhenti sementara.

Peristiwa itu berlangsung ketika Gubernur Maluku sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Izaac Lewerissa, tengah menyampaikan pidato. Bahlil kemudian meninggalkan ruangan untuk menerima panggilan dari Prabowo, sehingga Hendrik menghentikan sambutannya sejenak.

Sebelum momen tersebut, Hendrik tengah menyampaikan harapannya agar Partai Golkar turut memberikan dukungan terhadap perjuangan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan. Ia menilai regulasi tersebut penting bagi wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Baca Juga: Bahlil Ngaku Takut Aktivitas Siang dan Malam Disadap Listyo cs

"Saya menyampaikan permohonan bahwa saat ini kami sedang memperjuangkan lahirnya UU daerah kepulauan. Ini adalah satu perjuangan politik panjang yang telah dilakukan para senior sebelumnya, di pusat kekuasaan di Jakarta. Sudah 20 tahun lebih berjuang belum ada hasilnya. Tapi di tahun ini sudah ada tanda-tanda secercah harapan bahwa undang-undang ini telah mendapat atensi dari pemerintah pusat," ujar Hendrik dilihat di YouTube Kabar Golkar, Sabtu (7/11/2026).

Hendrik menjelaskan, upaya mendorong lahirnya undang-undang tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Perjuangan yang telah berlangsung lebih dari dua dekade itu kini mendapat perhatian pemerintah pusat, terlebih setelah dibentuknya panitia khusus (pansus) untuk membahas RUU Daerah Kepulauan.

Atas perkembangan tersebut, ia kembali meminta dukungan politik dari Golkar agar pembahasan regulasi tersebut dapat berjalan hingga tahap pengesahan.

"Saat ini telah terbentuk pansus untuk membahas RUU Daerah Kepulauan. Oleh karena itu, di kesempatan terbaik, saya memohon dukungan Bapak Ketum Partai Golkar," ujar Hendrik.

Namun, penyampaian sambutan sempat terhenti ketika Bahlil harus keluar ruangan untuk menjawab panggilan telepon Presiden Prabowo. Hendrik pun menunggu hingga Ketua Umum Golkar tersebut menyelesaikan percakapannya.

"Kami tunggu dulu Bapak Ketum lagi dihubungi Bapak Presiden," lanjutnya.

Tak berselang lama, Bahlil kembali bergabung dengan para undangan. Melihat ekspresi Bahlil yang tampak ceria setelah menerima telepon, Hendrik sempat melontarkan candaan di hadapan peserta acara.

"Kalau Pak Ketum masuk ruangan dengan wajah semringah, itu berarti barang-barang masuk semua," kata Hendrik saat Bahlil kembali masuk ruangan.

Ketika mendapat giliran menyampaikan sambutan, Bahlil akhirnya mengungkapkan salah satu isi percakapannya dengan Prabowo. Ia menyebut Presiden menitipkan salam kepada Hendrik serta seluruh tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

"Tadi saya ditelpon Bapak Presiden, dia kirim salam untuk Bapak Gubernur. Saya tadi, mohon maaf, saya keluar tadi terima telepon, salam untuk Pak Gubernur dan kepada Bapak, seluruh Bapak Ibu semua yang ada dalam ruangan ini. Nanti jangan sampai di bilang ini isu-isu begini jangan sampai Ketum Golkar hubungannya dengan Bapak Presiden gimana ya, sori ye," ujarnya

Selain menyampaikan pesan Presiden, Bahlil juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menegaskan kedekatan dan komitmen Partai Golkar dalam mendukung pemerintahan Prabowo. Ia bahkan menyatakan bahwa partainya tidak keberatan apabila hubungan koalisi tersebut dibangun dalam bentuk kerja sama politik jangka panjang.

"Koalisi ini harus dibangun, Golkar nggak pernah malu-malu. Bila perlu, koalisinya koalisi permanen, apalagi satu rumah beda kamar," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Terlibat, Bahlil Malah Ngaku Disadap Listyo Sigit Cs

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi itu turut menyinggung latar belakang politik Prabowo. Menurut Bahlil, hubungan Presiden dengan Golkar memiliki kedekatan historis karena Prabowo pernah menjadi bagian dari partai tersebut.

"Bagi Golkar, Pak Prabowo ini adalah alumni Golkar, mantan anggota Dewan Pembina Golkar. Kalau sudah ada orang Golkar di sana, kita mau pikir apa lagi, setuju nggak?" kata Bahlil.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan sikap Bahlil yang ingin menjaga soliditas hubungan Golkar dengan pemerintahan Prabowo. Bahkan, wacana pembentukan koalisi permanen turut disampaikan sebagai bentuk komitmen partainya dalam membangun kerja sama politik ke depan.