Ntvnews.id, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyatakan akan lebih selektif dalam menjalin hubungan dengan tokoh publik setelah Ketua Dewan Penasihat KSPSI, Listyo Sigit Prabowo, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, organisasinya tidak ingin agenda perjuangan hak-hak pekerja justru terseret dalam persoalan yang bertentangan dengan tujuan dan kepentingan organisasi.
“Tapi memang menjadi pelajaran buat kami, nanti ke depan jangan terlalu banyak berhubungan dengan tokoh-tokoh publik, bingung juga nanti kita. Kalau ada masalah, terbawa-bawa organisasi,” kata Andi Gani dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat, 6 November 2026.
Sebelumnya, Listyo Sigit menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat KSPSI. Namun, setelah namanya terseret dalam perkara dugaan penyadapan tersebut, KSPSI memutus hubungan dengan mantan Kapolri itu sekaligus mencopotnya dari jabatan di organisasi.
Andi Gani menjelaskan, hubungan KSPSI dengan Listyo maupun sejumlah lembaga pemerintahan selama ini hanya sebatas koordinasi antarlembaga, khususnya terkait kepentingan dan perjuangan kaum buruh.
“Kami dengan seluruh instansi apa pun di Republik ini, termasuk instansi kepolisian, hanya bersifat struktural saja. Tidak bersifat berhubungan langsung, enggak. Hanya koordinasi antar kelembagaan saja. Jadi tidak ada hubungan antar personal dengan, secara personal dengan kelembagaan kita, tapi berdiri sejajar,” tutur dia.
Untuk sementara waktu, KSPSI belum menetapkan figur yang akan menggantikan Listyo Sigit sebagai Ketua Dewan Penasihat. Penentuan pengganti rencananya dilakukan setelah Kongres KSPSI yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Februari 2027.
“Jadi kami belum membahas sama sekali soal pengganti beliau atau siapa yang menjadi calon, belum ada sama sekali. Belum ada sama sekali,” kata dia.
Andi Gani menambahkan, KSPSI akan mempertimbangkan secara cermat sosok yang nantinya mengisi posisi tersebut, termasuk sejumlah jabatan strategis lainnya dalam organisasi.
Pengalaman terkait kasus yang menjerat Listyo Sigit juga menjadi bahan evaluasi bagi KSPSI. Ke depan, organisasi tersebut berencana lebih berhati-hati dalam membangun hubungan dengan figur publik agar persoalan pribadi maupun hukum yang dihadapi pihak lain tidak ikut menyeret nama organisasi.
Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi penyelesaian kendala regulasi penjualan obat di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (Antara)