Keluarga A.H Nasution Kecewa Video Penghinaan Viral, Diduga Dibuat Anak 9 Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Nov 2026, 15:49
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis & Editor
Bagikan
Eka Trisni Edyanti, cucu pertama Jenderal Besar A.H. Nasution Eka Trisni Edyanti, cucu pertama Jenderal Besar A.H. Nasution (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta – Keluarga besar Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution menyampaikan kekecewaan mendalam atas beredarnya sejumlah video di media sosial yang dinilai menghina pahlawan nasional tersebut dan Kapten Pierre Tendean.

Pernyataan tersebut disampaikan Eka Trisni Edyanti, cucu pertama Jenderal Besar A.H. Nasution sekaligus Ketua Umum Yayasan Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution, bersama keluarga dan jajaran pengurus yayasan.

Dalam video yang beredar, foto wajah dan makam A.H. Nasution ditampilkan dengan visualisasi seolah-olah diinjak. Konten tersebut juga disertai narasi yang menyebut A.H. Nasution sebagai "setan" dan Kapten Pierre Tendean sebagai "iblis".

Eka menilai tindakan tersebut telah melukai perasaan keluarga dan tidak mencerminkan penghormatan terhadap sejarah serta jasa para pahlawan bangsa.

Persoalan ini semakin menjadi perhatian setelah pihak keluarga melakukan penelusuran dan menduga konten tersebut dibuat serta diunggah oleh seorang anak berusia sekitar sembilan tahun.

Jika dugaan tersebut benar, Eka berharap orang tua anak yang bersangkutan tidak tinggal diam. Menurutnya, pendidikan budi pekerti, etika, kesopanan, dan pemahaman sejarah merupakan tanggung jawab mendasar orang tua dalam membentuk karakter anak.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, keluarga mengaku belum menerima klarifikasi maupun permohonan maaf dari pihak yang bersangkutan.

Baca Juga: Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito, Tiga Kru Dipastikan Selamat

Keluarga juga memperoleh informasi yang masih memerlukan verifikasi mengenai dugaan bahwa orang tua anak tersebut berprofesi sebagai aparat penegak hukum.

Eka menegaskan, pernyataan tersebut bukan bertujuan untuk menghakimi seorang anak. Namun, pihak keluarga ingin meluruskan pemahaman yang keliru sekaligus mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi di media sosial harus tetap dilandasi etika dan tanggung jawab.

"Kami akan melakukan tindakan yang sepatutnya dilakukan untuk menjaga nama baik seorang Pahlawan Bangsa Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara," demikian pernyataan keluarga.

Keluarga juga menegaskan bahwa jasa dan pengorbanan A.H. Nasution merupakan bagian penting dari sejarah Indonesia yang patut dihormati dan diwariskan kepada generasi penerus.

Di akhir pernyataannya, Eka menyampaikan terima kasih kepada keluarga, kerabat, pemerhati sejarah, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan serta perhatian terhadap persoalan tersebut.

Ia berharap penghormatan terhadap sejarah tidak sekadar menjadi upaya mengenang masa lalu, tetapi juga menjaga nilai kehormatan, integritas, dan budi pekerti yang telah diwariskan para pendahulu bangsa.