Ntvnews.id, Majalengka - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan kualitas material yang digunakan dalam program pemerintah untuk masyarakat harus tetap terjaga. Menurutnya, program yang menyasar rakyat tidak boleh mengabaikan standar mutu produk.
"Jangan disangka kalau Pak Presiden bicara program untuk rakyat terus kualitasnya boleh rendah. Tidak boleh rendah. Kualitasnya harus terjaga, karena rakyat harus menikmati mutu yang tinggi juga," ujar Sarmuji dalam acara peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng produksi Jatiwangi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 8 November 2026.
Sarmuji menyampaikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengawal kualitas produk yang digunakan dalam setiap program pemerintah, termasuk program Gentengisasi. Material genteng yang diproduksi dan didistribusikan harus memenuhi standar serta memiliki kualifikasi mutu yang baik.
"Program gentengisasi ini sungguh luar biasa. Program yang oleh Bapak Presiden diarahkan betul semaksimal mungkin anggaran yang sedemikian besar itu dinikmati oleh rakyat. Dan rakyat itu adalah rakyat kecil, terutama di Jatiwangi, Majalengka ini," katanya.
Bcaa Juga: 10 Mantan Kapolri Temui Prabowo di Hambalang, Ada Tito Karnavian
Ia menjelaskan, Kemenperin memiliki tanggung jawab memastikan genteng untuk program perumahan memiliki kualitas tinggi, tidak mudah pecah, serta mampu mencegah kebocoran.
Untuk membuktikan kualitas produk lokal, Sarmuji mencontohkan genteng produksi Jatiwangi yang tetap utuh meski dipukul berkali-kali. Menurutnya, pengujian mutu dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi bagian penting untuk menjamin kualitas produk.
"Tadi saya lihat ada pemusik pakai musik alatnya genteng. Kalau tidak di-SNI (Standar Nasional Indonesia)-kan, mutunya tidak dites oleh Kementerian Perindustrian, dipukul tiga kali sudah hancur genteng tadi itu. Alhamdulillah dipukul berkali-kali, genteng dari Jatiwangi, Majalengka tetap utuh dan insyaAllah tahan dari bocor," katanya.
Sarmuji mengakui pelaku industri kecil genteng pada awalnya mungkin masih memiliki keraguan untuk meningkatkan standar produksi. Namun, melalui pendampingan dan pembinaan Kemenperin, sejumlah industri kecil, terutama di Jatiwangi, kini telah berhasil memperoleh sertifikasi SNI.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas peluncuran program yang dinilai mampu memberikan peluang bagi industri genteng lokal untuk berkembang.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah meluncurkan program ini dengan sangat luar biasa," katanya.
Sebanyak 2,4 juta genteng telah disiapkan untuk dikirim ke sejumlah wilayah. Pada tahap awal, distribusi melibatkan sekitar 450 unit truk, dengan jumlah armada yang direncanakan meningkat hingga 600 truk.
Pengiriman tersebut akan menjangkau 27 kabupaten/kota, termasuk daerah di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Distribusi ini ditujukan untuk mendukung sejumlah program perumahan, terutama program bedah rumah yang dijalankan pemerintah daerah.
Selain memenuhi kebutuhan perumahan di berbagai daerah, genteng produksi Majalengka juga akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat serta mendukung kerja sama dengan pengembang dan mitra swasta.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pemerintah akan mengoordinasikan seluruh tahapan distribusi dengan melibatkan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan jumlah genteng sesuai kebutuhan, kualitas produk memenuhi standar, serta pengiriman berlangsung tepat waktu. Pemerintah juga akan mendata tenaga kerja yang terlibat agar dampak ekonomi dari program tersebut dapat dihitung secara terukur.
Program pengiriman 2,4 juta genteng ini melibatkan 34 unit usaha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Majalengka, terutama di Kecamatan Jatiwangi. Seluruh UKM tersebut telah memiliki sertifikasi SNI, sedangkan 11 UMKM lainnya masih menjalani proses sertifikasi.
Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji buka suara terkait aksi demonstrasi yang dilakukan organisasi masyarakat (ormas) di kawasan pabrik mobil listrik BYD, Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)