Ntvnews.id, Taheran - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengungkapkan telah memindahkan fasilitas produksi rudal dan pesawat nirawak (drone) ke lokasi bawah tanah. Langkah tersebut dilakukan melalui divisi kedirgantaraan sebagai upaya memperkuat kemampuan militer Iran di tengah meningkatnya ancaman serangan dari negara lain.
"Kami berhasil memindahkan dengan cepat produksi rudal dan drone dari (fasilitas) permukaan ke (fasilitas) bawah tanah," ujar Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi dalam konferensi pers di Teheran, seperti dikutip dari Xinhua, Senin, 9 November 2026.
Mohebbi menyampaikan bahwa Iran juga berencana memperluas kemampuan jangkauan rudalnya. Ia menegaskan berbagai aset milik negara yang dianggap sebagai musuh Iran, baik berupa fasilitas fisik maupun nonfisik, dapat menjadi sasaran dalam jangkauan militernya.
"Kami terus meningkatkan jangkauan rudal kami dan tidak akan berhenti melakukan hal tersebut," kata Mohebbi.
Ia turut memperingatkan bahwa Iran telah menyiapkan respons militer yang mengejutkan apabila mendapatkan serangan terlebih dahulu. Menurutnya, Teheran tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran kedaulatan negara.
"Kami siap mempertahankan eksistensi, identitas, dan integritas wilayah negara kami tanpa batasan geografis apa pun," ujarnya.
Baca Juga: Iran Sindir Trump Usai Partai Republik Tumbang di Pemilu Sela AS
Pernyataan tersebut disampaikan ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat. Washington disebut tengah mempertimbangkan tindakan militer terhadap Teheran, sementara muncul laporan mengenai serangan berskala kecil yang dilakukan militer AS di Pulau Qeshm, wilayah selatan Iran, pada Sabtu dini hari.
Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa dua rudal menghantam Pulau Qeshm. Namun, laporan tersebut belum disertai penjelasan mengenai tingkat kerusakan maupun dampak serangan.
Presiden AS Donald Trump pada Jumat, 6 November 2026, juga mengonfirmasi bahwa militer negaranya telah melancarkan operasi serangan terbaru terhadap sistem pertahanan udara Iran. Trump menggambarkan aksi tersebut sebagai serangan berskala kecil.
Serangan di Pulau Qeshm itu disebut sebagai aksi militer kedua Amerika Serikat terhadap wilayah tersebut dalam kurun waktu satu pekan.
Sebelumnya, surat kabar The Wall Street Journal, dengan mengutip sejumlah pejabat AS, melaporkan bahwa militer Amerika telah menyerang pulau tersebut pada Senin, 2 November 2026. Informasi mengenai serangan itu dipublikasikan pada Selasa, 3 November 2026.
Perkembangan tersebut semakin memperlihatkan meningkatnya ketegangan militer antara Washington dan Teheran. Pemindahan fasilitas produksi persenjataan ke bawah tanah menjadi salah satu langkah Iran untuk memperkuat kemampuan pertahanannya di tengah ancaman konflik yang semakin terbuka.
Arsip foto - Rudal-rudal yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Iran untuk industri pertahanan dipamerkan, sementara pertunjukan paramotor yang menampilkan bendera Iran berlangsung, selama perayaan peringatan ke-47 revolusi 1979 yang dipimpin oleh (Antara)