Ntvnews.id, Jakarta - Serangan kelompok Houthi di Riyadh, Arab Saudi, mengakibatkan sebuah gedung administrasi milik perusahaan minyak Saudi Aramco mengalami kerusakan. Bangunan tersebut terkena serpihan proyektil yang jatuh di sekitar lokasi serangan.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 9 November 2026, seorang pejabat Kementerian Energi Arab Saudi membenarkan adanya serangan terhadap gedung administrasi Saudi Aramco yang berada di Riyadh.
Insiden tersebut menyebabkan sejumlah serpihan proyektil mengenai bangunan hingga menimbulkan kerusakan ringan.
Pejabat tersebut memastikan tidak ada korban jiwa maupun laporan warga yang mengalami luka-luka akibat kejadian itu.
Pihak berwenang juga dilaporkan "segera merespons insiden tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan".
Baca Juga: Saudi Cegat Drone Houthi di Wilayah Madinah, Ketegangan Kembali Meningkat
Sebelum kejadian tersebut, pemerintah Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan keamanan terkait potensi serangan kelompok Houthi di ibu kota Riyadh.
Mengutip Al Jazeera, peringatan tersebut hanya berlangsung selama beberapa menit. Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian mengumumkan pencabutan peringatan bahaya tersebut.
Meski demikian, otoritas setempat tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau untuk tidak berkumpul dalam kelompok maupun mengambil gambar di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, kantor berita Saba yang dikelola kelompok Houthi melaporkan sedikitnya 33 orang meninggal dunia dan 39 lainnya mengalami luka-luka dalam sebuah insiden pada Sabtu, 7 November 2026.
Peristiwa tersebut disebut menjadi salah satu serangan paling mematikan sejak pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang memiliki afiliasi dengan Iran kembali pecah pada Juli 2026.
Situasi tersebut semakin meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah, terutama setelah serangan terbaru turut berdampak pada fasilitas milik Saudi Aramco di Riyadh.
Kelompok Houthi di Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi saling melancarkan serangan berskala besar pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Houthi mengeklaim telah melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone secara luas di berbagai wilayah Arab Saudi, seme (Antara)