3 Kapal Tanker Meledak dan Terbakar di Selat Hormuz, Iran beberkan Penyebabnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Nov 2026, 02:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepulan asap membumbung akibat satu unit kapal tanker terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau laut. Kepulan asap membumbung akibat satu unit kapal tanker terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau laut. ((ANTARA/HO-IRNA/IRGC))

Ntvnews.id, Taheran - Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan tiga kapal tanker mengalami ledakan hingga terbakar saat melintasi Selat Hormuz pada Minggu, 8 November 2026. Ketiga kapal tersebut diduga melanggar ketentuan pelayaran yang diberlakukan Iran di kawasan perairan strategis itu.

Selama ini, Iran diketahui kerap menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz tanpa izin dari otoritas setempat.

"Sejak dini hari tadi, tiga kapal tanker yang tidak mematuhi aturan telah meledak dan terbakar saat berlayar melalui jalur ilegal di Selat Hormuz," ungkap Garda Revolusi Islam Iran dalam pernyataan resminya, seperti dilansir dari AFP, Senin, 9 November 2026.

Meski demikian, IRGC tidak menyampaikan identitas maupun negara asal ketiga kapal tanker yang mengalami insiden tersebut.

Sejak konflik yang melibatkan Iran pecah pada akhir Februari 2026, pemerintah Teheran memperketat pengawasan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Iran mewajibkan seluruh kapal yang melintas mengikuti jalur pelayaran yang telah mendapatkan persetujuan pemerintah.

Kebijakan tersebut kemudian direspons Amerika Serikat dengan memberlakukan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Washington juga memberikan bantuan kepada kapal-kapal tanker yang hendak melintasi selat tersebut.

Baca Juga: Jika AS Penuhi Tuntutan, Iran Nyatakan Selat Hormuz Bisa Dibuka Cepat

Selat Hormuz memiliki posisi strategis dalam perdagangan energi global karena menjadi jalur distribusi sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Pada hari yang sama, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), badan pemantau maritim Inggris, turut melaporkan insiden kebakaran kapal tanker di kawasan Selat Hormuz. Peristiwa itu terjadi sehari sebelumnya di perairan lepas pantai Khasab, Oman.

"Otoritas militer melaporkan kapal tanker tersebut terbakar, yang mengakibatkan evakuasi terhadap para awak kapal," kata UKMTO.

Sementara itu, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan bahwa sebanyak 22 orang berhasil diselamatkan dari insiden tersebut pada Minggu. Seluruh korban dilaporkan berada dalam kondisi stabil.

Namun, AFP belum dapat memastikan apakah laporan UKMTO dan pemerintah UEA tersebut merujuk pada peristiwa yang sama dengan kebakaran tiga kapal tanker yang diumumkan IRGC.

Dalam beberapa pekan terakhir, Iran memang telah beberapa kali mengeluarkan pernyataan mengenai insiden kapal terbakar di Selat Hormuz.

Di tengah situasi tersebut, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, secara terpisah melaporkan adanya suara menyerupai ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah negara itu pada Sabtu malam.

"Suara yang menyerupai ledakan terdengar di Qeshm, Sirik, Jask, dan Bandar Abbas. Penyebab suara-suara tersebut belum diketahui," tulis IRNA.