TNI Kirim 3 Anjing Pelacak untuk Bantu Pencarian Korban Gempa di Myanmar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2025, 17:18
thumbnail-author
Dedi
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tim K-9 atau anjing pelacak Polda Jawa Tengah mencari jasad bayi berusia 5 bulan yang tertimbun longsor di Pekalongan, Jateng. Tim K-9 atau anjing pelacak Polda Jawa Tengah mencari jasad bayi berusia 5 bulan yang tertimbun longsor di Pekalongan, Jateng. (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri.)

Ntvnews.id, Jakarta - TNI mengerahkan tiga ekor anjing pelacak (K9) bersama tiga orang pawang serta satu dokter hewan untuk membantu pencarian korban gempa di Myanmar. Upaya ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang dilakukan oleh Indonesia dalam menanggapi bencana yang terjadi di negara tersebut.

Pengiriman tim dilakukan dengan menggunakan pesawat Hercules A-1331 yang lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Selasa, 1 April 2025  pukul 05.00 WIB. Pesawat ini membawa personel yang bertugas dalam misi penyelamatan dan evakuasi korban bencana.

"Tadi pagi kita berangkatkan 25 orang personel termasuk truk dari Basarnas, kemudian ada K9 termasuk anjing herder dan dokter hewan menuju ke Myanmar," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa.

Selain mengirimkan tim penyelamat, pesawat Hercules juga membawa berbagai bantuan yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto, Mabes TNI, BNPB, dan Kementerian Pertahanan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban gempa.

Pada hari yang sama, Indonesia juga mengirimkan pesawat Boeing 737-800 A-7309 menuju Myanmar. Pesawat ini diawaki oleh tujuh kru dan membawa berbagai jenis bantuan, seperti selimut, matras, serta tenda pengungsi. 

Selain itu, pesawat ini juga mengangkut 69 orang yang tergabung dalam Tim INASAR (53 orang), Basarnas (5 orang), Kementerian Luar Negeri (3 orang), serta tim pengamanan (8 orang). Pesawat Boeing tersebut lepas landas pada pukul 10.00 WIB dengan harapan bantuan dapat diterima pada hari yang sama.

"Bantuan ini direncanakan dapat langsung diterima pada hari yang sama. Ketanggapdaruratan bencana gempa bumi di Myanmar adalah wujud kepedulian Indonesia terhadap negara sahabat yang sedang tertimpa bencana," ujar Kapuspen.

x|close