Ntvnews.id, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mencatat adanya peningkatan volume selama momen Hari Raya Idulfitri 1446 H.
Kenaikan timbunan sebesar 17 hingga 25 persen disebabkan oleh meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, maraknya pasar tumpah, serta berbagai kegiatan silaturahmi dan perayaan di lingkungan warga.
Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman, menyebut bahwa lonjakan sampah saat Lebaran merupakan tren tahunan yang sudah diantisipasi dengan sejumlah strategi pengelolaan.
"DLHK sudah mengantisipasi peningkatan volume sampah ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh warga untuk meminimalisir timbunan sampah dengan kembali kepada kearifan lokal. Misalnya, menggunakan tempat makanan yang dapat dipakai kembali," ucap Abdul Rahman dikutip dari Berita Depok, Sabtu 5 April 2025.
Baca juga: Valentinus Resa Kena Sentil Ormas Perisai Kebenaran Nasional, Gegara Gaya Satir Khasnya
Berdasarkan data DLHK Kota Depok, timbunan sampah pada malam takbiran hingga H+1 Lebaran mencapai 1.100 ton.
Meskipun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tutup pada H+2, DLHK Kota Depok tetap mengoperasikan sembilan armada Satgas dan berhasil mengangkut sekitar 120 ton sampah.
Layanan pengangkutan sampah kembali normal pada Hari Raya ketiga (H+3) dengan volume mencapai 870 ton.
"Rata-rata timbulan sampah harian di Kota Depok sendiri berada di angka 1.300 ton," ungkapnya.
Jenis sampah yang paling mendominasi selama masa Lebaran adalah sampah domestik, seperti sisa makanan, plastik, kertas, logam, kain, dan barang-barang bekas rumah tangga lainnya.
Meski tantangan meningkat, DLHK menegaskan bahwa kolaborasi warga sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Baca juga: PCO Sebut Prabowo ‘Strategist in Chief’ RI, Beberkan Langkah Praktis yang Telah Diambil
“Kami mengapresiasi para petugas lapangan yang tetap siaga selama libur Idulfitri. Namun, tentu kami juga sangat berharap peran aktif masyarakat dalam mengelola sampah dengan bijak,” tambahnya.
Sebagai langkah jangka panjang, DLHK terus mendorong masyarakat untuk menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di masa perayaan besar seperti Lebaran.