Ntvnews.id, Jakarta - Pihak Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa sebagian besar fungsionaris PBNU menolak agenda pemakzulan ketua umum dan tetap mengikuti imbauan Forum Sesepuh dan Mustasyar NU untuk menghentikan konflik internal serta menyelesaikannya sesuai mekanisme organisasi.
“Mayoritas pengurus tetap loyal kepada dawuh kiai sepuh,” kata Sekretaris Jenderal PBNU, Amin Said Husni, di Jakarta, Selasa.
Forum Sesepuh dan Mustasyar yang berkumpul di Pesantren Tebuireng pada 6 Desember sebelumnya menegaskan bahwa keputusan Rapat Harian Syuriah terkait pemakzulan Ketua Umum dinilai tidak sah karena tidak sesuai dengan AD/ART NU.
Amin menambahkan bahwa sikap mayoritas pengurus dapat dilihat dari Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam. Dari total 216 anggota yang dijadwalkan hadir, hanya 58 orang atau sekitar 26 persen yang datang, jauh dari batas minimal kuorum.
Ia merinci kehadiran unsur pengurus: Mustasyar dihadiri 2 dari 29 anggota, Syuriah 20 dari 53, Tanfidziyah 22 dari 62, serta A’wan 7 dari 40 orang. Sementara itu, Lembaga PBNU hanya diwakili 5 dari 18 lembaga, dan Badan Otonom (Banom) hadir 2 dari 14.
Baca Juga: Gus Yahya Tegaskan Tidak Akan Hadiri Pleno Syuriyah PBNU
“Artinya, lebih dari tiga perempat anggota memilih tidak datang, sebuah sinyal kuat bahwa langkah pemakzulan tidak mendapat dukungan luas di internal PBNU,” ujarnya.
Rapat Pleno pada 9 Desember tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan 2 Desember yang beragenda penetapan Pejabat Ketua Umum PBNU tanpa melibatkan ketua umum yang sedang menjabat. Namun, Forum Sesepuh dan Mustasyar sebelumnya telah meminta agar proses itu dihentikan terlebih dahulu sembari menunggu penyelesaian persoalan organisasi berdasarkan AD/ART.
Hadir pula dalam Rapat Pleno itu sejumlah tokoh, seperti Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Selain mereka, jajaran pimpinan PBNU juga tampak hadir, termasuk Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam Zulfa Mustofa, Wakil Rais Aam Afifudin Muhajir, Rais Syuriah M. Nuh, serta Wakil Rais PBNU yang juga Ketua Umum MUI Anwar Iskandar.
(Sumber : Antara)
Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (ketiga kiri) didampingi Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar (kedua kiri), Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir (keempat kanan), Rais PBNU yang juga pimpinan sidang pleno Mohammad Nuh (ketiga kanan), Ketua Umum (Antara)