Ntvnews.id, Jakarta - Hari ini, Kamis, 8 Januari 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi kembali berjalan di berbagai daerah di Indonesia. Program strategis yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) ini menandai dimulainya kembali layanan pemenuhan gizi bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan lainnya di awal tahun 2026.
Sejak pagi hari, aktivitas di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tampak bergerak serentak. Distribusi makanan bergizi dilakukan dengan pengawasan ketat, menyesuaikan standar gizi dan kebersihan yang telah ditetapkan BGN sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas layanan.
Dimulainya kembali MBG bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan penegasan bahwa pemenuhan gizi ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Baca Juga: Purbaya Yakin MBG Jadi Program dengan Serapan Anggaran Paling Ngebut di Awal 2026
Komitmen Negara Menjaga Generasi Sehat
Badan Gizi Nasional menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG tahun ini telah melalui masa persiapan yang lebih matang, baik dari sisi logistik, sumber daya manusia, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan.
Cakupan penerima manfaat MBG kini telah mencapai puluhan juta orang, menjadikannya salah satu program pemenuhan gizi terbesar yang pernah dijalankan secara nasional. Pemerintah menilai program ini bukan hanya intervensi sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang.
Melalui MBG, negara hadir secara nyata di ruang paling dasar kehidupan masyarakat: meja makan anak-anak dan keluarga yang membutuhkan asupan gizi layak setiap hari.
Baca Juga: 500 Peternakan Sapi Dibangun untuk Dukung Program MBG
Dampak Nyata di Sekolah dan Masyarakat
Di lingkungan sekolah, kehadiran MBG kembali disambut antusias oleh peserta didik dan tenaga pendidik. Anak-anak mengikuti kegiatan belajar dengan kondisi fisik yang lebih prima, sementara guru merasakan dampak positif terhadap konsentrasi dan semangat belajar siswa.
Tak hanya di sekolah, program ini juga dirasakan manfaatnya oleh keluarga penerima manfaat lainnya, khususnya ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan asupan gizi seimbang untuk menjaga kesehatan diri dan anak.
MBG secara perlahan membangun kesadaran bersama bahwa gizi bukan hanya urusan individu, melainkan tanggung jawab kolektif yang memerlukan keberlanjutan dan konsistensi.
Baca Juga: Anggaran MBG 2025 Terserap 72,5 Persen dari Pagu Rp71 Triliun
Harapan dan Langkah ke Depan
Pemerintah melalui BGN menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tahun 2026 akan terus dievaluasi dan disempurnakan. Pemerataan layanan, peningkatan kualitas menu, serta penguatan pengawasan menjadi fokus utama agar manfaat program dapat dirasakan secara adil.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan MBG sebagai program nasional yang berdaya guna.
Dengan dimulainya kembali MBG hari ini, harapan baru kembali ditanamkan. Setiap porsi makanan yang dibagikan bukan hanya mengandung gizi, tetapi juga membawa pesan optimisme: bahwa masa depan Indonesia dibangun dari generasi yang sehat, kuat, dan terawat sejak dini.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (APTANNAS)