Trump Batalkan Rencana Serangan Gelombang 2 ke Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 22:00
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump berbicara sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperhatikan selama konferensi pers setelah serangan AS di Venezuela, tempat Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap, dari klub Mar-a-Lago milik Trump di Palm Beach, Florida, AS pada 3 Januari 2026. (Foto arsip: Reuters/Jonathan Ernst) Presiden AS Donald Trump berbicara sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperhatikan selama konferensi pers setelah serangan AS di Venezuela, tempat Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap, dari klub Mar-a-Lago milik Trump di Palm Beach, Florida, AS pada 3 Januari 2026. (Foto arsip: Reuters/Jonathan Ernst) (CNA)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah membatalkan rencana gelombang kedua serangan militer terhadap Venezuela menyusul adanya kerja sama dari negara Amerika Selatan tersebut.

Dalam pernyataannya pada Jumat, 9 Januari 2026, dikutip dari laman Chanel News Asia, Trump mengatakan bahwa Venezuela telah membebaskan sejumlah besar tahanan politik sebagai bentuk itikad “mencari perdamaian”.

Langkah itu disebut terjadi setelah operasi militer Amerika Serikat yang berlangsung dramatis pada pekan sebelumnya dan berakhir dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

“Ini adalah isyarat yang sangat penting dan cerdas. Amerika Serikat dan Venezuela bekerja sama dengan sangat baik, terutama terkait pembangunan kembali infrastruktur minyak dan gas mereka dalam bentuk yang jauh lebih besar, lebih baik, dan lebih modern,” kata Trump melalui akun Truth Social miliknya.

“Karena kerja sama ini, saya telah membatalkan Gelombang Kedua Serangan yang sebelumnya diperkirakan akan dilakukan, yang tampaknya tidak lagi diperlukan. Namun, seluruh kapal akan tetap berada di posisi untuk tujuan keselamatan dan keamanan,” tambahnya dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Trump: AS Berpotensi Raup Triliunan Dolar dari Minyak Venezuela

Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump mengungkapkan dalam wawancara dengan program “Hannity” di Fox News bahwa pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, dijadwalkan berkunjung ke Washington pada pekan depan. Hal ini disampaikan setelah sebelumnya Trump menepis kemungkinan bekerja sama dengannya dengan menyebut bahwa “dia tidak memiliki dukungan maupun rasa hormat di dalam negeri”.

Meski begitu, presiden dari Partai Republik itu mengatakan kepada New York Times pada Rabu bahwa Amerika Serikat saat ini “berhubungan sangat baik” dengan pemerintah Venezuela yang dipimpin oleh presiden sementara Delcy Rodriguez.

Dalam wawancara yang sama di Fox News, Trump juga menyampaikan bahwa dirinya akan bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak di Gedung Putih pada Jumat. Ia mengatakan perusahaan-perusahaan minyak tersebut akan menanamkan investasi sedikitnya 100 miliar dolar AS di Venezuela, sebuah pernyataan yang kembali ia sampaikan melalui unggahan di Truth Social.

x|close