A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

2 Opsi Hunian Sementara Disiapkan untuk Warga Terdampak di Aceh Tamiang - Ntvnews.id

2 Opsi Hunian Sementara Disiapkan untuk Warga Terdampak di Aceh Tamiang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jan 2026, 10:09
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Danantara berkolaborasi dengan PT PP (Persero) Tbk atau PTPP memperkuat pemulihan pasca-bencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh melalui pembangunan hunian sementara (huntara). (ANTARA/HO - PT PP (Persero) Tbk) Danantara berkolaborasi dengan PT PP (Persero) Tbk atau PTPP memperkuat pemulihan pasca-bencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh melalui pembangunan hunian sementara (huntara). (ANTARA/HO - PT PP (Persero) Tbk) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan dua pilihan hunian sementara bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Skema tersebut mencakup pembangunan huntara secara terpusat serta huntara in-situ yang didirikan langsung di lahan rumah warga yang terdampak bencana.

Penyediaan tempat tinggal sementara menjadi salah satu fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam upaya penanganan pascabencana. Penentuan kebutuhan huntara, hunian tetap (huntap), serta dana tunggu hunian (DTH) didasarkan pada pendataan jumlah rumah dengan kategori rusak berat di masing-masing wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari atau Aam, menjelaskan bahwa penerapan dua skema tersebut bertujuan memberi keleluasaan kepada masyarakat dalam memilih hunian yang paling sesuai dengan kondisi mereka.

‎“Jadi, huntara kalau di Aceh Tamiang itu ada dua skema, huntara yang terpusat seperti yang dibangun oleh Danantara, dan juga ada huntara yang in-situ,” ujar Aam saat ditemui di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (9/1).

Ia menyebut, sebagian warga lebih memilih hunian sementara dibangun di lokasi tempat tinggal lama agar tetap dekat dengan aktivitas keseharian, seperti pekerjaan dan sekolah. Berdasarkan data sementara, sekitar 120 kepala keluarga memilih skema in-situ.

Baca Juga: Pemasangan 270 Jembatan Bailey Dipercepat, Pulihkan Akses dari Jalan Nasional hingga Perdesaan

‎“Sifatnya sementara itu, tetap dibangun di lokasi rumah yang lama karena ada keperluan ke tempat kerja atau ke tempat sekolah dan lain-lain,” katanya.

Selain di Aceh Tamiang, BNPB juga memantau perkembangan penyediaan hunian pascabencana di wilayah lain, termasuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Di Sumatra Utara, sejumlah proyek pembangunan huntara dan huntap, serta penyaluran dana tunggu hunian, telah rampung di beberapa daerah. Sementara itu, di Sumatra Barat, penyaluran DTH menunjukkan kemajuan signifikan.

‎“Kemudian, di Sumatra Barat, ini yang untuk DTH itu paling signifikan progresnya. Dari 2.234 yang diusulkan, rekening yang sudah dibuat itu 1.425, dan 792 itu sudah disalurkan,” ungkap Aam.

Ia menambahkan, pembangunan hunian sementara di sejumlah lokasi terus dipercepat dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar segera bisa dimanfaatkan warga.

‎“Ini membutuhkan satu atau dua hari lagi untuk finishing, sehingga kita harapkan di awal minggu depan sesuai target,” jelasnya.

x|close