Ntvnews.id, Kyiv - Rusia melancarkan serangan rudal balistik hipersonik ke Kyiv, ibu kota Ukraina. Aksi militer tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya.
Dilansir dari AFP, Sabtu, 10 Januari 2026, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa Moskow memanfaatkan kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda Ukraina saat serangan dilakukan. Ledakan dahsyat dilaporkan terdengar selama berjam-jam di Kyiv serta sejumlah wilayah di Ukraina bagian barat.
Otoritas Ukraina memastikan bahwa Rusia menggunakan rudal balistik Oresnik dalam serangan itu. Ini menjadi kali kedua rudal tersebut digunakan sejak pertama kali dikerahkan pada November 2024. Selain Oresnik, Zelenskyy menyebut Rusia juga menembakkan 13 rudal balistik lainnya, 22 rudal jelajah, serta mengerahkan lebih dari 240 unit drone.
Baca Juga: AS Nilai Ukraina Tak Menargetkan Putin dalam Insiden Serangan Drone
Gelombang serangan besar-besaran tersebut menyasar infrastruktur energi, termasuk fasilitas di wilayah Lviv yang berada dekat perbatasan Polandia. Dampaknya, ribuan bangunan di Kyiv mengalami pemadaman listrik dan kehilangan pasokan pemanas di tengah suhu ekstrem yang mencapai minus 15 derajat Celsius.
Dalam insiden tersebut, seorang petugas medis dilaporkan tewas, sementara sejumlah personel penyelamat lainnya mengalami luka akibat serangan lanjutan yang terjadi saat proses evakuasi berlangsung. Pemerintah Rusia mengklaim serangan itu sebagai aksi balasan atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin, tudingan yang telah dibantah oleh pihak Ukraina.
Sementara itu, Uni Eropa menilai penggunaan rudal Oresnik sebagai sinyal peringatan serius terhadap keamanan kawasan Eropa.
Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (ANTARA)
Presiden Zelenskyy juga menegaskan bahwa tim perbaikan terus bekerja di berbagai daerah meski Rusia memanfaatkan suhu dingin untuk merusak fasilitas energi. Pemerintah Ukraina, kata dia, mengerahkan seluruh kemampuan untuk memulihkan aktivitas dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
"Pekerjaan perbaikan saat ini sedang berlangsung di wilayah kami, di komunitas kami, di Kyiv dan wilayah sekitarnya, di wilayah Dnipro, Lviv, Kirovohrad, Cherkasy, dan Odesa. Rusia memanfaatkan cuaca dan hawa dingin dan mencoba menghancurkan fasilitas energi kami," ujar Volodymyr Zelenskyy.
Asap mengepul di kota setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 28 September 2025. (Reuters)