Ntvnews.id, Jakarta - Pembangunan Taman Bendera Pusaka di kawasan Jalan Barito I, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini memasuki tahap akhir. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut progres proyek tersebut telah mencapai 92 persen dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, taman seluas 5,6 hektare ini bukan sekadar ruang terbuka hijau (RTH), melainkan juga dirancang sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu di wilayah Jakarta Selatan.
“Progres pembangunan taman telah mencapai 92 persen. Saya mengharapkan pada Maret 2026 taman seluas 5,6 hektare ini dapat diresmikan,” ucapnya.
Dalam peninjauan langsung di lokasi, Pramono optimistis peresmian dapat dilakukan pada Maret 2026. Ia menegaskan, kehadiran Taman Bendera Pusaka diharapkan menjadi ikon baru ruang publik Jakarta yang ramah lingkungan, multifungsi, dan terintegrasi dengan kawasan sekitar.
Sejumlah pekerjaan tahap akhir masih dikebut, termasuk pembangunan terowongan penghubung dari Taman Langsat ke Taman Leuser yang melintasi Jalan Kiai Maja, serta jembatan penghubung antara Taman Ayodya dan Taman Langsat. Integrasi ini diharapkan menciptakan konektivitas ruang hijau yang lebih luas dan nyaman bagi warga.
Tak hanya itu, taman ini juga dilengkapi jogging track sepanjang 1,2 kilometer yang siap menunjang aktivitas olahraga masyarakat. Sebagai ruang terbuka hijau modern, Taman Bendera Pusaka mengusung konsep integrasi biru dan hijau. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di area taman.
Keberadaan IPAL ini bertujuan menjaga kualitas air agar tetap bersih dan tidak berbau, sekaligus berfungsi sebagai sistem pengendali genangan dan banjir di kawasan sekitar. Pramono pun menekankan bahwa pembangunan IPAL menjadi bagian penting dalam memastikan taman tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki dampak ekologis yang nyata bagi lingkungan.
Pramono Anung (Humas Pemprov DKI)
Baca Juga: Pramono Anung Akui Jakarta Kekurangan PJLP Bina Marga
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menjelaskan bahwa Taman Bendera Pusaka didesain sebagai semi-storage atau waduk retensi. Pada musim kemarau, area ini berfungsi optimal sebagai taman kota. Namun saat musim hujan dengan curah hingga 150 milimeter, sebagian kawasan dapat menampung limpasan air dari wilayah hulu.
Air tersebut kemudian dialirkan secara bertahap ke sungai, sehingga membantu mengurangi potensi genangan di wilayah hilir seperti Hang Lekir dan Hang Jebat. Konsep ini menjadi solusi berbasis alam (nature-based solution) dalam pengendalian banjir di Jakarta.
Taman Bendera Pusaka dilengkapi berbagai fasilitas publik, mulai dari lapangan padel, playground anak, hingga lapangan multifungsi untuk bulu tangkis dan basket. Seluruh fasilitas olahraga ini dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Untuk mendukung perekonomian lokal, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan ruang bagi pelaku UMKM. Namun, para pelaku usaha yang ingin beroperasi akan melalui proses kurasi oleh Jakarta Experience Board (JXB) guna menjaga kualitas dan ketertiban kawasan.
Dari sisi keamanan, taman ini dilengkapi 127 titik CCTV yang tersebar di berbagai sudut area. Sistem pencahayaan estetik juga dipasang, termasuk lighting pada pepohonan untuk memperindah suasana malam hari.
Rencananya, Taman Bendera Pusaka akan beroperasi selama 24 jam penuh. Sebelum peresmian resmi dilakukan, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar uji coba operasional dan mengundang sejumlah pihak, termasuk media, guna memastikan seluruh fasilitas berjalan optimal.
Taman Bendera Pusaka (Humas DKI)