Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berencana memperluas proyek Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi, dengan mengakuisisi lahan baru yang berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari investasi sebelumnya, yakni pembelian aset perhotelan Novotel Makkah serta properti real estat di kawasan Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan pembelian lahan yang lebih dekat dengan Masjidil Haram menjadi tahap berikutnya dalam pengembangan proyek tersebut. Hal itu disampaikannya dalam ajang Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.
Pada Jumat, 30 Mei 2025. Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi. ((Antara/Andika Wahyu) )
Menurut Rosan, kawasan Kampung Haji nantinya juga akan dilengkapi terowongan langsung, meski belum dirinci akan terhubung ke area mana di Makkah. Ia memastikan pembelian hotel dan lahan di kawasan tersebut telah dilakukan sebagai bagian dari rencana pengembangan.
Dalam desain proyek, Danantara akan membangun total 13 gedung atau tower untuk menampung jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Penandatanganan pengembangan proyek tersebut telah dilakukan pada 14 Desember 2025.
Baca Juga: Menag Ungkap Kesepakatan Prabowo dan Raja Salman Soal Kampung Haji
Sebelumnya, Danantara melaporkan progres pengembangan Kompleks Haji di Makkah dengan menjadikan kawasan Thakher sebagai fondasi awal. Area tersebut mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi di atas lahan sekitar 4,4 hektare, berjarak 2–3 kilometer dari Masjidil Haram.
Kompleks itu saat ini memiliki sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, serta sekitar 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyebut kawasan tersebut secara bertahap ditargetkan berkembang hingga memiliki sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas mencapai 22.000 jamaah, atau sekitar 10 persen dari total jamaah haji Indonesia setiap tahunnya.
Ilustrasi - Jamaah haji ketika berada di Madinah ((Antara))