Ntvnews.id
“Kami sangat paham untuk satu orang itu menjadi sumber daya unggul (SDM), tidak cukup Anda kuliah di universitas terbaik. Yang lebih penting adalah setelah itu,” kata Sudarto dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu malam, 25 Februari 2026.
Sudarto menambahkan, LPDP berupaya menyelaraskan prioritas jurusan beasiswa dengan kebutuhan industri dan riset melalui hasil diskusi dengan pihak industri.
Baca Juga: LPDP Hitung Ulang Pengembalian Dana Beasiswa Suami Dwi Sasetyaningtyas
Pendekatan ini dimaksudkan agar lulusan memiliki relevansi tinggi terhadap pasar kerja.
Sejak 2021 hingga 2026, program beasiswa diarahkan pada bidang-bidang strategis.
Bidang strategis tersebut mencakup STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), industri pangan dan maritim, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor, hilirisasi, manufaktur, material maju, kewirausahaan, serta industri kreatif.
Untuk tahun 2026, kuota beasiswa pada bidang STEM dan yang terkait ditargetkan mencapai 80 persen, sementara beasiswa non-STEM atau SHARE (ilmu sosial, humaniora, seni dan budaya, keagamaan, dan ilmu ekonomi) maksimal 20 persen.
Namun, Sudarto menegaskan bahwa LPDP tidak dapat memberikan jaminan pekerjaan bagi para alumni. Kapasitas LPDP hanya terbatas pada pembangunan dan penguatan ekosistem.
Baca Juga: Polemik Dwi Sasetningtyas, Dirut LPDP Minta Maaf: Kami Sangat Menyesalkan
“Apakah LPDP menjamin nanti kalau mereka (alumni) pulang itu dapat pekerjaan? Itu beyond LPDP. Makanya, kami bicara ekosistem. Kami koordinasikan dengan industri, termasuk dengan Danantara, agar ekosistem itu terbangun,” jelasnya.
LPDP juga menyiapkan skema magang atau wirausaha di luar negeri bagi alumni dengan periode hingga dua tahun setelah lulus, dengan persetujuan LPDP dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Dengan dikasih jeda magang ini, mudah-mudahan ketika mereka nanti pas kembali, industri siap. Dan mudah-mudahan LPDP bisa menjadi bagian dari membangun ekosistem,” tuturnya.
(Sumber: Antara)
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 25 Februari 2026 malam. ANTARA/Imamatul Silfia. (Antara)