Nasaruddin Umar: Nuzulul Qur’an Sumber Inspirasi Rawat Persatuan dan Perdamaian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 17:15
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Nasaruddin Umar Nasaruddin Umar (Kemenag)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan serta menghadirkan kehidupan yang damai di tengah keberagaman Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan yang digelar di Istana Negara dengan tema “Mewujudkan Al-Qur’an sebagai Rahmat Alam Semesta.”

Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Agama Romo Syafii, serta para pimpinan kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih.

Nasaruddin Umar menekankan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai sumber petunjuk dan rahmat bagi seluruh umat manusia. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya dibaca, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, semangat Nuzulul Qur’an harus menjadi inspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih damai, adil, dan membawa manfaat bagi semua pihak.

"Dengan semangat itulah kita berharap peringatan Nuzulul Qur'an harus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa ini untuk menghadirkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa kemanfaatan," ujar Menag, Selasa, 10 Maret 2026.

Baca Juga: Nasaruddin Umar Minta Maaf, Tegaskan Zakat Tetap Kewajiban Umat Islam

Nasaruddin Umar <b>(Kemenag)</b> Nasaruddin Umar (Kemenag)

Ia menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an secara nyata. Ia meyakini bahwa penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan publik akan memperkuat fondasi moral bangsa.

Implementasi nilai tersebut juga dinilai penting dalam proses pembangunan nasional agar kepemimpinan bangsa tetap berlandaskan pada nilai kebaikan dan kemaslahatan bersama.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar juga mengingatkan pentingnya mendoakan para pemimpin. Menurutnya, kebaikan pemimpin akan membawa dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan negara.

"Jika aku tunjukkan (doa) untuk diriku sendiri maka manfaatnya hanya kembali kepada aku. Tetapi jika aku tunjukkan untuk pemimpin, maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan bagi mereka," tuturnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun peradaban yang adil, damai, dan harmonis. Ia berharap momentum Nuzulul Qur’an dapat memperkuat komitmen nasional dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.

"Semoga peringatan Nuzulul Qur'an ini semakin memperkuat komitmen kita untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman di dalam pembangunan bangsa yang damai dan bermanfaat," pungkasnya.

x|close