Mikel Oyarzabal Catat Rekor Buruk di Piala Dunia 2026, Tak Sentuh Bola Selama 30 Menit Pertama

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jun 2026, 14:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mikel Oyarzabal Mikel Oyarzabal (Instagram @mikel10oyar)

Ntvnews.id, Jakarta - Penyerang Timnas Spanyol, Mikel Oyarzabal mencatat rekor yang tidak diinginkan dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Cape Verde. Pemain berusia 28 tahun tersebut menjadi pesepak bola pertama yang tidak menyentuh bola sama sekali selama 30 menit awal pertandingan.

Catatan tersebut muncul dalam pertandingan yang berlangsung di tengah dominasi penguasaan bola Spanyol. Namun, kokohnya pertahanan Cape Verde membuat lini serang La Furia Roja kesulitan mengembangkan permainan.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menurunkan Oyarzabal sebagai ujung tombak utama dalam formasi 4-3-3. Ia diharapkan menjadi target serangan sekaligus penyelesai peluang di depan gawang lawan.

Namun kenyataan di lapangan berjalan berbeda. Cape Verde tampil sangat disiplin dengan menerapkan blok pertahanan rapat yang membuat para pemain Spanyol kesulitan menemukan ruang.

Tim asal Afrika tersebut lebih banyak bertahan dan sesekali mengandalkan serangan balik cepat. Strategi itu terbukti efektif dalam memutus aliran bola ke Oyarzabal sehingga sang striker nyaris tidak mendapatkan kesempatan terlibat dalam permainan selama setengah jam pertama.

Skor Imbang

Timnas Spanyol. <b>(Bein Sports)</b> Timnas Spanyol. (Bein Sports)

Timnas Spanyol harus puas berbagi angka pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Tanjung Verde di Atlanta Stadium, Senin, 15 Juni 2026.

Meski mendominasi pertandingan hampir sepanjang laga dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, skuad asuhan Luis de la Fuente gagal membongkar pertahanan rapat yang diperagakan Tanjung Verde. Sebaliknya, tim Afrika itu berhasil mengamankan satu poin penting berkat disiplin bertahan dan penampilan gemilang penjaga gawang mereka, Vozinha.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan. Penguasaan bola La Furia Roja bahkan mendekati 80 persen. Namun, dominasi tersebut tidak mudah dikonversi menjadi peluang bersih karena rapatnya lini belakang lawan.

Kesempatan pertama Spanyol hadir pada menit ke-13. Pedri mengirim umpan silang berbahaya ke kotak penalti, tetapi bek Tanjung Verde, Pico Lopes, sigap menghalau bola sebelum bisa disambut pemain depan Spanyol.

Ancaman berikutnya datang pada menit ke-30 melalui tendangan voli Marc Cucurella. Namun, upaya bek kiri tersebut masih melambung di atas mistar gawang.

Meski lebih banyak tertekan, Tanjung Verde sesekali mencoba memanfaatkan serangan balik. Pada menit ke-37, Dailon Livramento memperoleh peluang setelah memanfaatkan kesalahan Rodri. Namun, tembakan jarak jauhnya tidak mengarah ke sasaran.

Menjelang turun minum, tekanan Spanyol semakin intens. Ferran Torres hampir memecah kebuntuan pada menit ke-41 ketika menerima peluang emas dari jarak dekat. Sayangnya, bola hanya membentur mistar gawang.

Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol yang tercipta. Spanyol harus puas dengan satu poin meski tampil dominan, sementara Tanjung Verde meraih hasil positif yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam persaingan Grup H.

x|close