Konspirasi Muncul Usai Argentina Tumbang di Final Piala Dunia 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 09:59
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Timnas Argentina Timnas Argentina (X: Timnas Argentina)

Ntvnews.id, Jakarta - Muncul konspirasi sehari setelah Argentina menelan kekalahan atas Spanyol dalam babak Final Piala Dunia 2026 di Stadion New Jersey, Amerika Serikat pada Senin lalu, 20 Juli 2026.

Seperti diketahui, Argentina kalah 0-1 atas Spanyol berkat gol Ferran Torres di menit ke 106. Gol tersebut sekaligus memastikan Tim Matador meraih tropi untuk kedua kalinya setelah sebelumnya di edisi 2010.

Konspirasi tersebut muncul di berbagai media sosial dan yang menjadi sorot perhatian publik yaitu ketika Lionel Messi berbicara kepada beberapa pemain Argentina di lorong pemain sebelum memasuki lapangan. Tidak ada motivasi atau semangat untuk menang tetapi Messi malah mengeluarkan kata-kata tidak lazim.

"Tenanglah, mari kita lupakan semuanya. Mari kita lupakan semuanya. Mari kita main saja. Mari kita fokus saja pada permainan, semuanya, pada pertandingan," kata Lionel Messi.

Baca Juga: Pep Guardiola Bakal Latih Timnas Italia?

Ketika Lionel Messi mengucapkan hal tersebut, hampir semua pemain terlihat lesu saat keluar dari ruang pemain dan terlihat Lisandro Martinez serta Enzo Fernandez terlihat bersedih.

Konspirasi di media sosial ini dikaitkan seolah-olah bahwa Argentina bakal menelan kekalahan atas Spanyol.

Selain itu juga ada fakta nyata yang dikaitkan dengan konspirasi ini di ketika keluarga Lionel Messi seperti istri dan anaknya tidak menyaksikan laga Final Piala Dunia 2026, seolah-olah mereka sudah tahu bahwa Argentina tidak bakal menjadi juara.

Selanjutnya pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni yang terlihat datang ke stadion dengan air mata yang tertahan. Dia tidak seperti biasanya saat jelang laga.

Pada sesi latihan sebelum laga final dimulai, kamera penonton di stadion merekam aksi Messi yang tengah lagihan menendang bola tapi tidak perah masih ke gawang. Itu nampak mustahil bagi seorang bintang dunia sekelas Messi.

Sementara itu pada laga dimulai, Scaloni yang bisanya agresif dengan taktiknya tapi malah terlihat membiarkan Spanyol menguasi permainan. Baik Messi dan Alvarez tak bisa berkutik dengan pemain Spanyol.

Puncak kejanggalan ini adalah ketika Scaloni tidak menurunkan sama sekali Lautaro Martínez
top skor Serie A diajang final piala dunia. Di balik semua ini kemungkinan ada kaitannya dengan FBI bersama jaksa federal terkait tengah mengusut dugaan pencucian uang dan penipuan perbankan melalui transaksi bernilai lebih dari 300 juta dolar AS atau sekitar Rp5,4 triliun yang diduga masuk ke AFA.

Di sisi lain muncul ketegangan politik ketika pemain Argentina membentangkan spanduk malvinas usai pertandingan melawan Inggris.

x|close