Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkap alasan Indonesia tetap memberikan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA.
Dukungan tersebut disampaikan PSSI ketika Infantino tengah mendapat sorotan tajam terkait sejumlah kebijakan dan wacana yang menuai penolakan dari berbagai asosiasi sepak bola dunia.
Melalui pernyataan resminya, PSSI berharap FIFA tetap dipimpin Infantino pada periode berikutnya. Erick Thohir kemudian turut menyampaikan alasan dukungan Indonesia melalui unggahan di akun media sosial resminya pada Rabu (5/8) dini hari WIB.
View this post on Instagram
Erick menyebut Indonesia telah merasakan langsung komitmen Infantino dalam membantu perkembangan sepak bola nasional.
"Indonesia telah merasakan langsung komitmen Presiden FIFA Gianni Infantino dalam mendukung transformasi sepak bola nasional. Dari berbagai program pengembangan, peningkatan kapasitas, pendampingan FIFA yang membantu mempercepat transformasi sepak bola Indonesia hingga kepercayaan untuk Indonesia menggelar kompetisi level dunia seperti FIFA World Cup U-17 2023, FIFA Series 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026," tulis Erick.
Baca Juga: Igor Tolic Kritik Jadwal Piala Presiden 2026: Istirahat Pemain Tak Sesuai Standar FIFA
Menurut Erick, hubungan dan kolaborasi yang terjalin antara Indonesia dengan FIFA menjadi salah satu alasan PSSI memberikan dukungan kepada Infantino.
"Dengan kolaborasi yang kuat dan kepercayaan yang telah dibangun selama ini, kami di PSSI menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya," lanjutnya.
Erick berharap FIFA di bawah kepemimpinan Infantino dapat terus menjalankan fungsi sebagai organisasi yang menaungi seluruh asosiasi sepak bola anggota.
"Saya percaya FIFA akan terus menjadi organisasi yang melayani seluruh Member Associations, memperkuat solidaritas, dan mendorong perkembangan sepak bola agar memberikan dampak positif bagi masyarakat di seluruh dunia," tutup Erick.
Infantino sendiri berencana kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA periode 2027-2031. Jika terpilih, pria asal Swiss tersebut akan menjalani periode keempat setelah pertama kali menduduki posisi Presiden FIFA pada 2016.
Namun, langkah Infantino menuju pemilihan berikutnya tidak sepenuhnya mulus. Ia tengah mendapat tekanan dari sejumlah asosiasi sepak bola yang bahkan mendesaknya untuk meninggalkan kursi Presiden FIFA.
Sorotan tersebut salah satunya dipicu wacana penjualan saham Piala Dunia yang sempat dilontarkan Infantino. Gagasan itu mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi besar FIFA, termasuk AFC, UEFA, CONCACAF, dan CONMEBOL.
Penolakan muncul karena adanya kekhawatiran mengenai transparansi, minimnya dialog, serta pertimbangan terhadap kepentingan suporter.
Wacana tersebut akhirnya tidak dilanjutkan FIFA. Di tengah polemik itu, dukungan terhadap Infantino dari sejumlah asosiasi negara disebut mulai berubah menjelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Indonesia menjadi salah satu pihak yang tetap menyatakan dukungan kepada Infantino, dengan Erick Thohir menilai kepemimpinannya telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
Ketum PSSI Erick Thohir berfoto dengan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam acara FIFA Executive Football Summit 2025 di Miami, Amerika Serikat. (ANTARA)